Kamis, 27 Jun 2019

Berlimpah Uang dari Bakso Tusuk

Oleh: marsot
Senin, 30 Jul 2018 21:15
BAGIKAN:
istimewa.
Bakso.
Sainah merupakan salah satu peserta Program Keluarga Harapan (PKH) yang telah mandiri dan kini berpenghasilan bersih hingga mencapai Rp90 juta per bulan dari usaha bakso tusuknya.

"Usaha saya sekarang sudah punya 12 karyawan dan lima cabang, masing-masing cabang saya tempatkan dua karyawan. Pendapatan kotor saya mencapai Rp7 juta-Rp8 juta per hari, kalau saya hitung-hitung, Rp3 juta bersihnya per hari," kata Sainah pada diskusi Fakta penurunan angka kemiskinan Forum Merdeka Barat di Jakarta, Senin 30 Juli 2018.

Perempuan warga Kabupaten Bantul DI Yogyakarta itu menceritakan kisahnya hingga sukses seperti sekarang berawal dari bergabung menjadi peserta PKH pada 2009.

Sebelumnya ia menjadi korban bencana gempa bumi yang terjadi di daerah tersebut sehingga suami yang bekerja sebagai buruh harian kehilangan pekerjaan. Sebagai ibu rumah tangga, Sainah mulai berpikir untuk membantu perekonomian keluarga dengan berjualan tempura kecil-kecilan dengan juragan.

Ia mulai mencari informasi dan akhirnya mengajukan diri untuk menjadi peserta PKH. Setelah menjadi peserta, tidak lama ia mendapatkan bantuan modal usaha melalui program Kelompok Usaha Bersama (Kube) dari Kementerian Sosial sebesar Rp1 juta.

Modal usaha tersebut ia manfaatkan untuk berinovasi membuat bakso tusuk. "Saya bikin bakso tusuk yang belum ada sama sekali di daerah saya dan ini ide saya sendiri," kata ibu tiga anak tersebut.

Saat ini ia sudah graduasi atau keluar dari kepesertaan PKH secara mandiri, berkat kesuksesannya ia sebagai narasumber dalam kegiatan bimbingan teknis (bimtek) pengembangan usaha yang diselenggarakan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) untuk menginspirasi para peserta PKH lainnya.

"Sejak awal memang tiap tahun kita berikan sosialisasi dan bimtek pengembangan usaha KUBE (Kelompok Usaha Bersama) peserta PKH. Dulu di awal 2009-2012, Bu Sainah masih peserta bimtek pengembangan usaha. Setiap tahun kita kunjungi dan pantau usahanya. Bu sainah ini salah satu peserta PKH yang sabar dan tidak ingin segera menggunakan bansosnya, tapi untuk pengembangan. Bu Sainah ini sekarang jadi narasumber bimtek," ungkap Sariadi dari Dinas Sosial Kabupaten bantul.

Berdasarkan data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2018, tingkat kemiskinan di Tanah Air telah turun di angka satu digit, yakni 9,82 persen atau yang terendah dalam sejarah sejak krisis 1998.

Menurut BPS, salah satu faktor yang berperan dalam penurunan angka kemiskinan tersebut adalah program Bantuan Sosial (Bansos) dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang terus meningkat dan disalurkan dengan tepat waktu dan tepat sasaran.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Setya Novanto Tempati Ruang Napi Teroris

    BOGOR (EKSPOSnews): Setelah tiba di Gunung Sindur Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada pukul 01.30 WIB, Sabtu 15 Juni 2019 narapidana kasus korupsi KTP-Elektronik, Setya Novanto langsung ditempatkan di Ru

  • 4 minggu lalu

    KPK Tetapkan Korporasi Tersangka Pencucian Uang

    JAKARTA (EKSPOSnews): Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi mengajukan dakwaan terkait kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) korporasi pertama di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semara

  • 4 minggu lalu

    Metode Penyerahan Uang pada Kasus Imigrasi NTB Tak Biasa

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan metode penyerahan uang yang tidak biasa terkait kasus suap penanganan perkara penyalahgunaan izin tinggal di lingkungan Kantor Imigra

  • satu bulan lalu

    KPK Sita Uang Rp8,45 miliar Terkait Kasus Bowo Sidik Pangarso

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyita uang Rp8,45 miliar dari 84 kardus dan dua kontainer plastik yang sebelumnya diamankan terkait kasus anggota DPR RI Bowo Sidik Pan

  • 2 bulan lalu

    Semangat Juang Pemain Tottenham Hotspur

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pemain gelandang Tottenham Hotspur, Christian Eriksen mengatakan bahwa mereka lebih mengandalkan keyakinan serta semangat juang dibanding taktik untuk bangkit dari ketinggalan ag

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99