Selasa, 23 Jul 2019

Aneh! OTT di Langkat, Tersangkanya Cuma Seorang

Oleh: marsot
Kamis, 16 Agu 2018 03:52
BAGIKAN:
istimewa.
Pungutan liar.
STABAT (EKSPOSnews): Setelah melakukan penyelidikan lebih kurang enam jam dengan memeriksa berbagai saksi dan barang bukti akhirnya penyidik Kepolisian Resor Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menetapkan satu tersangka Operasi Tangkap Tangan (OTT).

"Sudah ditetapkan satu tersangka dari OTT yang dilakukan polisi unit tipikor Polres Langkat," kata Kepala Sub bagian Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Langkat AKP Arnolod Haasibuan, di Stabat, Rabu 15 Augustus 2018.

Tersangka yang ditetapkan dalam OTT tersebut berinisial MAR (52) oknum Pegawai negeri Sipil selaku Koordinator UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Kutambaru, warga pasar IV Desa Namuterasi Kecamatan Sei Bingei, katanya.

Penetapan terhadap tersangka MAR ini setelah sebelumnya penyidik polisi memeriksa 12 orang saksi diantaranya Agung pegawai honor, Saryono PNS penjaga kantor, Pasti Malem (58) kepala sekolah SD 055976 Cangkulan.

Termasuk Bena Malem (58) kepala sekolah SD 054891 RIH Sogong, Banci malem Kepala sekolah SD 050641 Namotongan, Ayem (58) kepala sekolah SD 057738 Buluh Kumpal Desa Namo Teras, Elvina (34) operator sekolah SD 057736 Sulkam, Mukhlis (21) operator sekolah SD 054891 RIH Sogong.

Terdapat juga Agnes Tasya (24) operator sekolah SD 053960 Maryke, Wenly alias Puput (20) operator sekolah SD 053960 Maryke, Amelia (19) operator sekolah SD 050640 Kutambaru dan Suardini (32) operator sekolah SD 057737 Tanjung Gunung Baru.

Barang bukti yang diamankan dalam pristiwa Operasi Tangkap Tangan (OTT) itu diantaranya amplop berwarna kuning bertuliskan SD 41 Namotongan dengan uang Rp 600 ribu, amplop berwarna putih bertuliskan SD Cangkulan yang didalamnya terdapat uang Rp950 ribu, amplop berwarna kuning bertuliskan Mulana PA Rielina RIH Sogong terdapat uang Rp400 ribu, uang tunai sebanyak Rp3.200.000.

Penangkapan terhadap tersangka MAR ini berdasarkan informasi dari masyarakat yang langsung ditindaklanjuti dimana saat itu tersangka ini sedang menerima amplop berisikan uang, lalu petugas meminta tersangka untuk mengeluarkan amplop yang diterima, ujarnya.

Dalam keterangannya tersangka MAR ini mengaku menerima uang dari seluruh kepala sekolah di Kecamatan Kutambaru sebesar Rp200 ribu per guru, dimana uang tersebut bersumber dari tunjangan profesi guru.

Oleh penyidik polisi unit Tipikor Polres Langkat tersangka MAR ini dipersangkakan dengan Pasal 12 huruf e Jo Pasal 12 huruf f UU Republik Indonesia Nomor 20/2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31/1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

"Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp200 Juta dan paling banyak Rp1 miliar," ujarnya. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 minggu lalu

    Siapa Tersangka Baru dalam Kasus E-KTP?

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyebutkan ada tersangka baru dalam pengungkapan kasus korupsi KTP elektronik (KTP-e)."Kami sudah naikkan beberapa tersang

  • 3 minggu lalu

    KPK Tetapkan Aspidum Kejati DKI Jakarta Jadi Tersangka

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Asisten Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Agus Winoto bersama dua orang lainnya sebagai tersangka suap penangan

  • satu bulan lalu

    Tersangka Konflik Buton Dijerat Pasal Berlapis

    KENDARI (EKSPOSnews): Penyidik kepolisian menjerat pasal berlapis para tersangka dugaan pelaku pembakaran rumah saat konflik warga antar Desa Sampuabalo dan Desa Gunung Jaya, Kecamatan Siontapina, Pro

  • satu bulan lalu

    Kerusuhan di Buton, Polisi Tetapkan 32 Orang Tersangka

    JAKARTA (EKSPOSnews): Sebanyak 36 dari 82 orang yang sudah ditangkap dalam kasus bentrok antara warga Desa Sampoabalo dan Desa Gunung Jaya, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, telah ditetapkan sebagai

  • 2 bulan lalu

    Polda Sumatera Utara Tangguhkan Penahanan 2 Tersangka Makar

    MEDAN (EKSPOSnews): Polda Sumatera Utara mengabulkan permohonan penangguhan penahanan Wakil Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) RFL dan Sekretaris GNPF, ZLK atas dugaan kasus tindak pidana ma

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99