Jumat, 16 Nov 2018

Grab Dibekukan di Bengkulu

Oleh: marsot
Kamis, 16 Agu 2018 03:48
BAGIKAN:
istimewa.
Grab.
BENGKULU (EKSPOSnews): Mitra pengendara Grab sangat menyayangkan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Bengkulu menerbitkan surat pembekuan untuk penyediaan jasa transportasi online tersebut.

Salah seorang mitra Grab Bengkulu, Tn Dian M, di Bengkulu,  menyebutkan, penerbitan surat menonaktifkan aplikasi Grab ini sama saja dengan pembekuan layanan transportasi tersebut dan berdampak pada menutup lapangan pekerjaan sejumlah masyarakat.

"Jika tetap menerima order pun kami khawatir akan ada tindakan anarkis yang lebih lagi terhadap kami. Tidak ada surat itu saja, angkutan kota (angkot) sweeping melarang kami untuk tidak beroperasi, apalagi ada surat seperti ini," kata dia, Rabu 15 Augustus 2018.

Pembekuan Grab menurut dia, tentu bukan solusi bijak dalam menekan gejolak tuntutan penyedia jasa angkutan kota. Sebab menurut dia, antara angkot dan Grab sejatinya memiliki segmen yang berbeda dalam banyak hal, seperti soal pengguna jasa, layanan yany ditawarkan, sampai biaya tarif.

"Dari tarif saja sudah berbeda, dan tidak ada paksaan terhadap konsumen untuk harus memilih Grab. Kecuali tarifnya sama, dan layanannya sama, itu baru namanya merugikan angkot," kata dia.Dengan tindakan sweeping dari supir angkot akhir-akhir ini dan terbitnya surat tersebut, tidak hanya membuat kekhawatiran mitra Grab meningkat, tapi juga mengakibatkan penghasilan mereka berkurang, bahkan kata Dian, tidak sedikit yang menjadikan transportasi online ini sebagai pekerjaan utama.

"Saya pun terpaksa memberikan edukasi kepada penumpang, untuk tidak menurunkan mereka di tempat pemberhentian semestinya, karena kejadian ini. Contohnya mereka ingin ke mal, saya turunkan sedikit jauh, jadi penumpang jalan sedikit, supaya tidak ada kontak dengan angkot di depan mal," ujarnya.

Petisi agar Grab bisa beroperasi normal pun juga datang dari masyarakat, hal itu tercantum dalam laman change.org. Petisi ini dibuat oleh akun bernama Mahyudi Okmantik yang mengharapkan Grab terus beroperasi di Provinsi Bengkulu.

Sampai Rabu 15 Agustus 2018, pukul 16.30 WIB petisi tersebut sudah ditandatangani labih dari 5.000 pengguna akun sosial.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu bulan lalu

    Langkah Grab Mediasi Pelecehan Seks Dikecam

    JAKARTA (EKSPOSnews): Aktivis perempuan mengkritisi langkah GRAB Indonesia yang mengajak mediasi dengan mempertemukan mitra pengemudinya yang diduga melakukan pelecehan kepada penumpangnya.Aktivis Per

  • 3 bulan lalu

    Grab Peras Mitra

    MEDAN (EKSPOSnews): Ratusan driver "Grab Bike" secara konvoi mendatangi markas Polrestabes Medan, Sumatera Utara, yang berlokasi di Jalan HM Said di kota tersebut.Kedatangan ojek online itu bermaksud

  • 7 bulan lalu

    Grab Ekspandi Setelah Akuisisi Uber

    JAKARTA (EKSPOSnews): Perusahaan teknologi berbasis di Asia Tenggara Grab merencanakan ekspansi bisnis besar-besaran setelah mengakuisisi operasional Uber di Asia Tenggara dengan merambah sektor asura

  • tahun lalu

    Weleh...Anggaran KPK Dibekukan? DPR...Go!!!

    JAKARTA (EKSPOSnews): Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Alexander Marwata meyakini anggaran KPK tidak bisa dibekukan meski salah satu anggota panitia khusus angket mengancam bahwa DPR akan memb

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99