Selasa, 17 Sep 2019

Perceraian di Sleman Melonjak

Oleh: Jallus
Kamis, 20 Jun 2019 05:04
BAGIKAN:
istimewa.
Pasangan suami isteri diambang cerai.
SLEMAN (EKSPOSnews): Pengadilan Agama Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat setelah Lebaran angka perceraian di wilayah setempat meningkat signifikan rata-rata 30 pasangan per harinya.

"Memang agak banyak yang meminta cerai setelah Lebaran. Rata-rata 30 pasangan yang meminta cerai per harinya," kata Panitera Muda Gugatan Pengadilan Agama Kabupaten Sleman, Muslih di Sleman, Rabu 19 Juni 2019.

Menurut dia, biasanya perceraian setelah Lebaran ini karena ada masalah saat sedang merantau. Sehingga saat mudik Lebaran menjadi momentum untuk berpisah.

"Memang banyak perceraian, karena dari pulang merantau lalu mengajukan. Tapi putusannya satu dua bulan ke depan," ujarnya.

Ia mengemukakan, biasanya yang mengajukan cerai rata-rata dari pihak perempuan, tercatat 60 persen yang mengajukan adalah dari pihak perempuan.

"Kalau pihak laki-laki jarang karena mungkin masih banyak pertimbangan," lanjutnya.

Muslih mengatakan, perceraian biasanya dipicu oleh hal-hal kecil. Seperti ketika ada suami atau istri yang membuka HP pasangannya. Lalu dari HP itu ditemukan hal-hal yang bersifat pribadi.

"Dari situ berujung cekcok dan akhirnya mengajukan cerai. Tidak hanya itu, biasanya juga dipicu masalah tanggung jawab, dimana masing-masing meninggalkan tanggung jawab," ujarnya.

Ia menambahkan, data Pengadilan Agama Sleman pada April sebanyak 556 kasus. Yakni 169 kasus merupakan cerai talak dan 387 merupakan cerai gugat dengan perkara cerai yang dikabulkan sebanyak 151 kasus.

Sedangkan Mei ada 506 perkara cerai. Dimana 158 merupakan cerai talak dan 348 cerai gugat. Dari jumlah tersebut, yang dikabulkan sebanyak 141 perkara cerai yang dikabulkan.

"Pada bulan Ramadan dan jelang Lebaran memang agak turun karena mungkin baru fokus beribadah," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 5 bulan lalu

    Menekan Angka Perceraian di Lingkungan ASN

    JAMBI (EKSPOSnews):  Wakil Wali Kota hJambi, M Maulana mewacanakan keterlibatan psikolog dalam proses mediasi untuk mencegah tingkat perceraian aparatur sipil megara (ASN) di daerah itu."Saya ber

  • 5 bulan lalu

    Angka Perceraian di Depok Melonjak

    DEPOK (EKSPOSnews): Angka angka perceraian di Kota Depok Jawa Barat dalam dua tahun terakhir terus meningkat yang diakibatkan adanya perselisihan yang terus-menerus dalam rumah tangga."Memang penyebab

  • 6 bulan lalu

    Perceraian di Bangka Belitung Tinggi

    PANGKALPINANG (EKSPOSnews): Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan mewajibkan calon pengantin memiliki sertifikat siap nikah, guna menekan angka perceraian di daerah itu."Saat ini an

  • 6 bulan lalu

    Pasar Tradisional di Sleman Selesai Direnovasi

    SLEMAN (EKSPOSnews): Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, merampungkan revitalisasi empat pasar tradisional di wilayah setempat untuk meningk

  • 6 bulan lalu

    Pernikahan Dini di Sleman Meningkat

    SLEMAN (EKSPOSnews): Permohonan dispensasi pernikahan dini di kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dalam lima tahun terakhir cukup tinggi berkisar pada angka 80 permohonan."Berdasar data lima

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99