Selasa, 12 Nov 2019

Rel Kereta Api di Sumbar Mati Suri

Oleh: Jallus
Selasa, 18 Jun 2019 02:34
BAGIKAN:
istimewa.
Rel Kereta Api.
PADANG (EKSPOSnews): Sepanjang 210 kilometer dari 300 kilometer panjang lintasan rel kereta api di Sumatera Barat masih "mati suri" karena sejumlah kendala.

"Saat ini baru 90 kilometer lintasan yang efektif digunakan untuk angkutan orang dan barang," kata Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumbar, Catur Wicaksono di Padang, Senin 17 Juni 2019.

Lintasan itu dari Teluk Bayur-Padang, Padang-Stasiun Duku, Duku-Bandara Internasional Minangkabau, Duku-Pariaman-Naras dan Duku-Kayu Tanam.

Lintasan yang saat ini "mati suri" secara bertahap hingga 2024 akan diaktifkan dimulai dengan Stasiun Simpang Haru-Pulau Aia di Kota Tua, Padang.

"Lintasan itu diaktifkan tahun ini. Panjangnya sekitar tiga kilometer. Ada satu jembatan, satu halte di Tarandam dan satu stasiun yang akan diperbaiki," kata Catur.

Lintasan itu sebenarnya masih menyambung hingga pinggir pantai Muaro Padang. Namun aktivasi jalur itu baru masuk rencana strategis Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan 2020-2024.

Sesuai rencana itu juga akan dilakukan peninjauan untuk aktivasi Naras-Sungai Limau untuk kepentingan angkutan barang dan penumpang.

"Di sini ada potensi minyak CPO untuk dibawa ke Teluk Bayur selain untuk penumpang juga," ujarnya.

Selain itu lintasan Kayu Tanam-Padang Panjang yang kemudian terpecah pada lintasan Bukittinggi-Payakumbuh dan Padang-Panjang-Solok terus ke Sijunjung juga masuk pada renstra 2020-2024.

"Secara bertahap seluruh lintasan kereta api di Sumbar akan kita aktifkan kembali untuk memberikan layanan maksimal pada masyarakat," kata dia.

Kereta api memiliki sejarah panjang di Sumatera Barat, dimulai pada zaman penjajahan Belanda dengan pembangunan jalur Pulau Air ke Padang Panjang yang diresmikan pada 6 Juli 1887. Jalur kereta api itu diteruskan ke Bukittinggi sepanjang 90 kilometer dan dioperasikan mulai November 1891.

Jalur kereta itu dibangun guna mengangkut biji kopi hasil tanam paksa dari pedalaman Sumbar seperti Bukittinggi, Payakumbuh dan Pasaman ke Padang untuk kemudian diekspor ke Eropa.

Penemuan batu bara di Sawahlunto oleh W.H De Grave pada tahun 1871 makin memantapkan keinginan Belanda untuk mengembangkan jalur kereta api di Sumbar. Maka rel kereta api dari Padang Panjang menuju Muaro Kalaban sepanjang 56 kilometer pun dibangun dan selesai Oktober 1892. Jalur itu dilanjutkan menuju Sawahlunto pada 1896.

Selanjutnya dalam kurun waktu 22 tahun selesailah pembangunan jalan kereta api di Sumbar.

Maka dimulailah zaman kejayaan kereta api di Sumbar pada akhir abad 19 tersebut hingga pertengahan abad 20. Kereta api tidak hanya sebagai sarana pengangkut barang, tetapi juga transportasi massal.

Kejayaan itu mulai mundur pada 1970-an sampai akhirnya sebagian jalur kereta dihentikan operasionalnya pada 1973 karena kalah bersaing dengan moda transportasi darat lainnya. Berkurangnya produksi batu bara pada tambang PT Bukit Asam Ombilin kemudian menyebabkan kereta api jurusan tersebut juga dihentikan operasinya pada 2003.

Praktis, jalur yang tertinggal hanya Padang-Pariaman yang difokuskan untuk wisata sehingga berangsur-angsur ingatan masyarakat Minang terhadap kereta api mulai pudar.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Polisi Cokok Pria Pembawa Sabu 2 Kilogram

    PADANG (EKSPOSnews): Polda Sumatera Barat menangkan seorang pria berinisial H (41) yang diduga membawa narkoba jenis sabu-sabu seberat dua kilogram melalui bus antar provinsi di Kabupaten 50 Kota, Sum

  • 4 bulan lalu

    Memanjakan Orang Sumbar dengan Kopi Gayo

    PADANG (EKSPOSnews): Kopi gayo khas Aceh menjadi minuman yang banyak diminati oleh pengunjung pada pameran Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (HKG-PKK) Nasional yang ke-47 di tama

  • 4 bulan lalu

    Kejati Sumbar Kejar 7 Terpindana Kasus Korupsi

    PADANG (EKSPOSnews): Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat (Sumbar) memburu tujuh terpidana kasus korupsi yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)."Saat ini ada tujuh DPO terpidana kasus korupsi yang b

  • 5 bulan lalu

    Tambak Udang Panamae di Sumbar Tak Memiliki Izin

    PARIT MALINTANG (EKSPOSnews): Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat mencatat  ada 17 usaha tambak udang vaname yang tidak me

  • 5 bulan lalu

    Kecelakaan di Perlintasan Kereta Api Sumut Masih Tinggi

    MEDAN (EKSPOSnews): Angka kecelakaan di pintu perlintasan resmi dan perlintasan tidak resmi maupun di ruang manfaat jalur kereta api di Sumut masih tinggi termasuk terjadi pada hari Minggu (16/6)."Dar

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99