Selasa, 16 Jul 2019

Tambak Udang Panamae di Sumbar Tak Memiliki Izin

Oleh: Jallus
Selasa, 18 Jun 2019 02:30
BAGIKAN:
istimewa.
Tambak udang.
PARIT MALINTANG (EKSPOSnews): Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat mencatat  ada 17 usaha tambak udang vaname yang tidak memiliki izin dari 20 tambak udang yang ada di daerah itu.

"Hanya tiga tambak yang memiliki izin, itu pun baru izin prinsip. Satu dari tiga usaha tambah itu sedang mengurus izin Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup atau UKL-UPL," kata Kepala DPMPTP Kabupaten Padang Pariaman Rudi Repenaldi Rilis di Parit Malintang, Senin 17 Juni 2019.

Ia mengatakan tiga tambak yang sudah memiliki izin tersebut yaitu di daerah Ulakan Tapakis dan Kecamatan Nan Sabaris sedangkan di dua daerah lainnya yaitu Batang Anai dan Batang Gasan belum memiliki izin.

Padahal, pihaknya semenjak 2018 telah memperingati seluruh pemilik tambak agar mengurus izin namun hingga saat ini baru tiga pemilik tambak sedang melengkapi izin usahanya.

"Kami sudah meminta secara persuasif, bahkan melayangkan surat peringatan tiga kali, serta melaksanakan rapat dengan pihak tambak, namun belum berapa yang merespon," ujarnya.

Ia mengatakan karena tidak berapa yang merespon hingga akhirnya pemerintah provinsi meminta agar kegiatan penambakan udang vaname dihentikan.

"Setelah tiga kali memberikan peringatan dan berdasarkan surat dari provinsi maka kami berikan waktu tiga bulan atau hingga September kepada pihak penambak untuk menghentikan aktivitas tambak," ujarnya.

Keputusan itu diambil karena Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman masih memberikan toleransi sebab tambak masih berisi udang sehingga penambak tidak mengalami kerugian besar jika keputusan itu benar-benar dilakukan.

"Namun jika pihak penambak tidak juga memiliki izin hingga waktu tersebut maka usahanya akan ditutup," tegasnya.

Ia menyampaikan urutan pengurusan izin tersebut yaitu mulai dari izin prinsip, UKL-UPL, izin mendirikan bangunan, dan melaporkan usaha perikanannya ke Dinas Perikanan Padang Pariaman.

Namun, lanjutnya sebagian besar penambak terkendala izin prinsip karena lokasinya kurang dari 100 meter dari pantai serta biaya konsultan untuk pengurusan UKL-UPL yang mencapai Rp30 juta.

"Namun melihat hasil dari tambak yang besar maka dana pengurusan UKL-UPL tidaklah terlalu besar," ujar dia.

Ia mengatakan untuk izin prinsip dapat diberikan jika penambak menutup tambak yang masuk ke dalam jarak 100 meter dari pantai.

"Aturan ini harus dijalankan karena tujuannya untuk melindungi lingkungan dari pencemaran karena dapat berdampak kepada warga setempat," tambahnya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    Rel Kereta Api di Sumbar Mati Suri

    PADANG (EKSPOSnews): Sepanjang 210 kilometer dari 300 kilometer panjang lintasan rel kereta api di Sumatera Barat masih "mati suri" karena sejumlah kendala."Saat ini baru 90 kilometer lintasan yang ef

  • 4 minggu lalu

    Perhutanan Sosial di Sumbar Bisa Bertambah

    PADANG (EKSPOSnews): Luas areal hutan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan perekonomian melalui program Perhutanan Sosial di Sumatera Barat (Sumbar) bisa bertambah karena masih te

  • satu bulan lalu

    Wisatawan ke Sumbar Meningkat

    PADANG (EKSPOSnews): Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengkoreksi jumlah kunjungan wisatawan ke daerah itu pada libur Lebaran 2019 yang awalnya dikhawatirkan tidak capai target, ternyata jauh

  • satu bulan lalu

    Menikmati Wisata di Sumbar

    PADANG (EKSPOSnews): Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengimbau masyarakat untuk menunda rencana liburan ke destinasi wisata dan memberikan kesempatan terlebih dahulu pada perantau dan wisatawan

  • 2 bulan lalu

    Ombudsman Cari Kepala Perwakilan untuk Sumbar

    PADANG (EKSPOSnews): Ombudsman Republik Indonesia kembali membuka pendaftaran untuk posisi kepala perwakilan Sumatera Barat yang bertugas mengawal pelayanan publik yang transparan dan bebas maladminis

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99