Selasa, 23 Jan 2018
  • Home
  • Pilkada
  • Ada Pembiaran TNI dan Polri Aktif Ikut dalam Pilkada

Ada Pembiaran TNI dan Polri Aktif Ikut dalam Pilkada

Oleh: marsot
Jumat, 22 Des 2017 04:26
BAGIKAN:
istimewa.
Pilkada.
JAKARTA (EKSPOSnews): Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menilai terdapat pembiaran dalam institusi TNI dan Polri kepada perwira atau personel yang menyatakan berminat maju dalam Pilkada 2018.

"Saya melihat ada pembiaran. Seharusnya saat ada pernyataan publik perwira atau personel aktif akan maju itu tidak perlu menunggu pengawas pemilu, secara institusi mereka wajib menjaga netralitas lembaganya," ujar Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini di Jakarta, Kamis 21 Desember 2017.

Menurut Titi, harus ada tindakan tegas karena pembiaran dapat mempengaruhi kepercayaan publik terhadap netralitas dan profesionalisme TNI dan Polri dalam Pilkada 2018.

Publik dapat terpengaruh apabila TNI-Polri dapat turut serta berpolitik dan dampaknya mungkin terus bergulir tidak positif hingga Pemilu 2019.

"Ini bisa isunya kemana-mana, apalagi kalau ada partai yang secara terbuka mengusung," ucap Titi.

Meskipun perwira atau personel mundur setelah menjadi calon, kata dia, sudah terdapat komunikasi aktif sebelumnya.

Sejauh ini, Perludem mencatat terdapat 12 daerah yang memiliki perwira atau personel aktif yang mengatakan berniat maju di pilkada.

"Ruang kosong ini perlu disikapi segera oleh Panglima TNI dan Kapolri agar publik percaya TNI-Polri memang komitmen untuk menjaga netralitas," tutur Titi.

Ada pun Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mempersilakan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi maju sebagai calon gubernur Sumatera Utara dalam Pilkada 2018.

Terdapat tiga partai politik yang berkoalisi mendukung Edy untuk berduet dengan Musa Rajekshah melawan calon petahana Tengku Erry Nuradi.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 5 hari lalu

    Mahar Politik Pilkada, Membuat Korupsi Marak di Daerah

    KUPANG (EKSPOSnews): Bupati Kupang Ayub Titu Eki mengaku pernah diminta mahar Rp10 miliar oleh partai politik sebagai syarat menjadi calon Gubernur Nusa Tenggara Timur pada Pilkada 2018."Saya dimintai

  • 2 minggu lalu

    Pilkada Padang Akan Berlangsung Ketat

    PADANG (EKSPOSnews): Pengamat politik Universitas Andalas (Unand) Padang Edi Indrizal menilai pilkada Padang 2018 akan berlangsung sengit karena peta kekuatan kandidat yang ikut berlaga relatif seimba

  • 2 minggu lalu

    Mengawati Kirim Djarot-Sihar Sitorus untuk Sumut

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengumumkan enam pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur (cagub-cawagub) dari enam provinsi yang akan diusung partai yan

  • 2 minggu lalu

    Golkar Minta pada Calon Kepala Daerah Menangkan Joko Widodo

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menjelaskan kembali dukungan partainya kepada beberapa tokoh yang mencalonkan diri dalam pemilihan kepala daerah."Partai Golkar tetap,

  • 2 minggu lalu

    Kapolri Mutasi Jenderal yang Ikut Pilkada

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memutasi jabatan tiga jenderal yang akan mengikuti kontestasi Pilkada 2018.Berdasarkan Surat Telegram Nomor ST/16/I/2018 tertanggal 5 Januari

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99