Selasa, 16 Jul 2019

Menambah Helikopter Pengebom Air ke Riau

Oleh: marsot
Rabu, 03 Jul 2019 05:02
BAGIKAN:
istimewa.
Helikopter.
PEKANBARU (EKSPOSnews): Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali mengirim satu helikopter pengebom air guna mengatasi meningkatnya jumlah titik api yang mengindikasikan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau.

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Jim Gafur  di Pekanbaru, mengatakan helikopter jenis Mi-8 tersebut tiba di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Selasa 2 Juli 2019.

"Dengan kedatangan helikopter tersebut total ada enam helikopter water bombing di Riau. Seluruhnya bantuan dari BNPB," kata Jim.

Helikopter MI-8 sendiri segera bergabung dengan jenis Kamov, Mi-171, Sikorsky dan dua unit Mi-8 lainnya yang terlebih dahulu berjibaku mengatasi titik-titik api di Riau sejak awal 2019 ini.

Helikopter Mi-8 itu sebelumnya diterbangkan BNPB dari Palembang sekitar pukul 14.00 WIB. Helikopter tersebut akan membantu mengatasi Karhutla Riau yang mulai marak sejak sepekan terakhir.

Jim menjelaskan keberadaan helikopter itu akan sangat membantu Satgas dalam mengatasi Karhutla, terutama yang melanda sebagian wilayah gambut pesisir Riau seperti Rokan Hilir, Bengkalis, Dumai dan Siak.

 Ia menuturkan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan Riau memasuki puncak musim kemarau pada Juli hingga Agustus 2019 mendatang.

"Prediksi BMKG kita memasuki puncak musim kemarau pada Juli ini hingga Agustus. Sehingga ini menjadi salah satu alasan BNPB memperkuat Riau dengan helikopter pengebom air," tuturnya.

Selain itu, dia juga menjelaskan sejumlah helikopter pengebom air yang selama ini bertugas di Riau juga akan memasuki akhir kontrak. Sehingga, diharapkan pada saat puncak musim kemarau tidak terjadi kekosongan armada helikopter sehingga upaya penanggulangan Karhutla tidak terganggu.

"Kita belajar pengalaman 2015 silam saat puncak musim kemarau terjadi kekosongan heli sehingga kebakaran sulit dikendalikan," tuturnya.

Selain mengandalkan upaya pemadaman dari udara, upaya penanggulangan juga dilakukan oleh tim gabungan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni dan masyarakat setempat.

Hingga awal Juli 2019 ini, tercatat lebih dari 3.211 hektare lahan di Riau hangus terbakar. Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah yang terluas mengalami Karhutla dengan luas mencapai 1.426,83 hektare.

Di Bengkalis, kebakaran lahan yang paling luas berada di Pulau Rupat. Di Pulau yang berada persis di bibir Selat Malaka yang berbatasan langsung dengan negara tetangga itu mengalami kebakaran sejak awal tahun. Kondisinya terus memburuk hingga bulan berikutnya membuat Panglima TNI harus mengirimkan seribuan anggota Komando Strategis Angkatan Darat untuk membantu pemadaman.

Saat ini, Pulau Rupat cenderung stabil setelah kebakaran berhasil diatasi dengan baik. Meski begitu, personel gabungan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni hingga masyarakat masih tetap waspada mengantisipasi munculnya titik-titik api di wilayah itu.

Selain Bengkalis, kebakaran turut melanda wilayah Rohil dengan luas kebakaran mencapai 548,25 hektare. Selanjutnya Siak 347,85 hektare, Dumai 266,75 hektare dan Meranti 232,7 hektare. Kemudian, di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) 118,6 hektare, Pelalawan 90 hektare dan Indragiri Hulu (Inhu) 71,5 hektare.

Pemerintah Provinsi Riau telah mengaktifkan Satgas Karhutla setelah menetapkan status siaga darurat sejak 19 Februari hingga 31 Oktober 2019 mendatang.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    Konflik Gajah Sumatera di Riau Melonjak

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Konflik gajah sumatera (elephas maximus sumatranus) liar di Provinsi Riau dengan manusia menunjukkan kenaikan dua kali lipat pada tahun ini.“Dari data saat ini dalam periode

  • 2 minggu lalu

    Penderita Gagal Ginjal di Kepri Meningkat

    TANJUNGPINANG (EKSPOSnews): Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat jumlah penderita gagal ginjal di wilayah itu lebih dari 800 orang.Kepala Dinkes Kepri, Tidak Yudiana di Ta

  • 2 bulan lalu

    Pembangunan di Kepulauan Riau Masih Timpang

    TANJUNGPINANG (EKSPOSnews): Badan Pekerja Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR) menyoroti kinerja Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang belum terlalu maksimal dalam melakukan pemerataa

  • 3 bulan lalu

    KPK Tetapkan Tersangka Alihfungsi Hutan di Riau

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga tersangka terdiri dari perorangan dan korporasi terkait pemberian hadiah atau janji pengajuan revisi alih fungsi hutan di Provi

  • 3 bulan lalu

    Riau Peringkat Lima Peredaran Narkoba

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Gubernur Riau, Syamsuar, prihatin karena daerah berjuluk “bumi lancang kuning” itu masuk urutan lima besar peredaran narkoba dari 34 provinsi di Indonesia.“Kalau bisa kit

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99