Selasa, 18 Jun 2019

7 Burung Disita dari TKI

Oleh: alex
Kamis, 30 Mei 2019 04:09
BAGIKAN:
WA.
Burung (ilustrasi).
LOMBOK (KICAU): Petugas Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian menyita tujuh burung yang dibawa secara ilegal TKI dari Malaysia di Bandar Udara Internasional Lombok.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Mataram, Arinaung, mengatakan, tujuh burung itu disembunyikan dalam paralon yang ditumpuk bersama pakaian, di dalam koper.

"Tiga burung sudah mati, sisanya kami sita," kata Arinaung, di Kantor Wilayah Kerja Karantina Mataram, di Lombok Tengah, Rabu 29 Mei 2019.

Penyitaan itu terjadi pada Minggu (26/5). Saat ditanya petugas karantina, pemilik burung berkilah satwa yang dia bawa itu hanya titipan.

Menurut Arinaung, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahayanya membawa komoditas pertanian --hewan maupun tumbuhan-- tanpa dilengkapi jaminan kesehatan dari negara asal.

"Satu atau dua ekor, atau beberapa butir benih saja itu resikonya sama, kalau penyakitnya sudah masuk, nanti susah lagi penanganannya, butuh anggaran besar, belum kerugian ekonomi petani setempat, bahaya," jelasnya.

Tujuh burung yang dicoba dimasukkan ke Indonesia secara ilegal itu terdiri dari empat burung perkutut dan tiga burung kacer yang ditemukan sudah mati. Selain itu, juga ditahan benih kacang panjang sebanyak 400 kg dan benih labu 50 gram dari Malaysia.

Ia menjelaskan, sesuai UU Nomor 19/1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbunan, yang saat ini tengah direvisi DPR, setiap komoditas yang dilalulintaskan, baik antar area dalam wilayah Indonesia maupun dari dan ke luar negeri wajib dilaporkan kepada petugas karantina serta harus memenuhi persyaratan kesehatan karantina.

Hal untuk mencegah penyebaran hama dan penyakit berasal dari hewan dan tumbuhan, baik secara antar pulau ataupun selain itu, di Indonesia maupun dari luar negeri.

Diketahui, pada 2018, Badan Karantina Pertanian Mataram menggagalkan upaya pemasukan komoditas pertanian tanpa jaminan kesehatan sebanyak 177 kali. Di antaranya adalah burung, telur ayam, kulit sapi, madu dan daging sapi olahan. "Biasanya dari Malaysia dan Singapura," katanya. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 19 jam lalu

    Peminat Burung! Mari Berwisata ke Hutan Taman Nasional Lore Lindu

    PALU (KICAU): Hutan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) di wilayah Napu, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, paling banyak diminati wisatawan minat khusus, yakni pengamat burung dibanding pengunjung lainnya

  • 4 hari lalu

    Pelatihan Budidaya Burung Berkicau di Yogyakarta

    YOGYAKARTA (KICAU): Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta menilai pelatihan budi daya burung berkicau yang dilakukan pada 2017 dengan sasaran sekitar 50 warga di Kecamatan Pakualaman memperoleh h

  • 2 minggu lalu

    Burung Kacamata Diduga Sudah Punah

    MALANG (EKSPOSnews): Petungsewu Wildlife Education Center (P-WEC) di Desa Petungsewu, Kabupaten Malang, jawa Timur menyatakan keberadaan burung Kacamata (Zosterops palpebrosus) dan Bentet Kelabu (Lani

  • 2 bulan lalu

    Mengembangbiakkan Burung Garuda

    CISARUA (KICAU): aman Safari Indonesia (TSI) Bogor, Jawa Barat resmi mengoleksi sepasang Elang Jawa bernama Hanum dan Riska. Satwa yang kerap diidentikan dengan burung Garuda ini siap dikembangbiakkan

  • 2 bulan lalu

    Melepasliarkan Burung Maleo

    PALU (KICAU): Sebanyak 17 ekor burung maleo (Macrocephalon maleo) hasil penangkaran yang dilakukan PT Donggi Senoro LNG (DSLNG), dilepasliarkan ke habitatnya di Taman Suaka Margasatwa Bakiriang, Kabup

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99