Rabu, 15 Agu 2018
  • Home
  • BUMN Perkebunan
  • Kejaksaan Agung Perintahkan Direksi PTPN II Batalkan SK Penghapusan Eks HGU

Kejaksaan Agung Perintahkan Direksi PTPN II Batalkan SK Penghapusan Eks HGU

Oleh: Jallus
Jumat, 20 Jul 2018 03:59
BAGIKAN:
istimewa.
Eks HGU PTPN II Tanjung Morawa.
MEDAN (EKSPOSnews): Penyidik Kejaksaan Agung diduga telah memerintahkan Direktur Utama PTPN II Teten Jaka agar membatalkan Surat Keputusan Persetujuan Penghapusbukuan lahan seluas 106 hektare eks hak guna usaha milik perkebunan tersebut.

"Saya bersama dua orang karyawan dipanggil dan diperiksa oleh penyidik Kejaksaan Agung terkait telah dikeluarkan persetujuan hapus buku lahan 106 hektare eks Hak Guna Usaha PTPN II," kata Saksi Teten, dalam keterangannya pada sidang lanjutan perkara terdakwa TS, di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis 19 Juli 2018.

Pengakuan saksi tersebut disampaikan di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor Medan yang diketuai Wahyu Prasetyo Wibowo.

Bahkan usai dipanggil Kejagung itu, Teten langsung membatalkan SK Persetujuan Penghapusbukuan tanah 106 hektare eks HGU PTPN II yang berlokasi di Pasar IV Desa Helvetia, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Padahal SK persetujuan tersebut telah diterbitkan pada 22 Desember 2017.

Teten mengakui bahwa pemanggilan dirinya terkait keterangan dua saksi PTPN II, yakni Direktur Operasi Marisi Butar Butar, dan Kabag Hukum Bidang Pertanahan Kennedy.

"Dua atau tiga hari setelah pemeriksaan, di Pengadilan Tipikor Medan, saya dipanggil penyidik Kejagung untuk memberikan keterangan, karena keterangan dua saksi staf PTPN II itu, dianggap menghambat proses persidangan terdakwa TS," kata Teten.

Namun, saksi Teten lupa nama penyidik Kejagung yang telah memanggil dan memeriksa dirinya saat itu.

"Pembatalan tersebut, karena saran yang telah diberikan penyidik Kejagung bahwa di atas tanah seluas 106 hektare itu, masih ada proses hukum," ujar Teten.

Dirut PTPN II juga mengakui, sebelum menerbitkan SK tersebut, telah meminta Legal Opinion (LO) ke Kejaksaan Tinggi Sumut agar mendukung PTPN II melaksanakan putusan pengadilan yang memberikan hak kepada 65 warga pemilik tanah 106 hektare tersebut.

Selanjutnya, PTPN II minta review kepada BPKP yang berkesimpulan penghapusbukuan terhadap objek sengketa dan tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku.

Menanggapi keterangan Dirut PTPN II itu, kuasa hukum terdakwa TS, menduga saksi Teten telah "ditekan" oleh penyidik Kejagung.

"Kita curiga keterangan saksi itu, akibat dipengaruhi pihak-pihak lain, sehingga berubah cukup banyak," kata kuasa hukum terdakwa TS, Fachruddin Rifai.

Teten juga menyatakan, siap bertanggung jawab atas keputusan yang diambil.

Namun, Teten mengakui pembatalan SK Penghapusbukuan dari daftar aset BUMN PTPN II itu, tanpa diikuti SK Pembatalan.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    Jaksa Tak Bisa Buktikan Kerugian Negara karena Penjualan Eks HGU

    MEDAN (EKSPOSnews): Jaksa Penuntut Umum dinilai tidak dapat membuktikan adanya kerugian negara, dalam perkara pengalihan aset seluas 105 hektare milik PTPN II, atas kasus terdakwa Tamin Sukardi."Terda

  • 6 hari lalu

    Kejaksaan Agung Tahan Bayu Kristanto

    JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung menahan Bayu Kristanto, tersangka korupsi penyalahgunaan investasi pada PT Pertamina (Persero) di

  • 2 minggu lalu

    Kejaksaan Agung Tangkap Buronan Pencucian Uang BBM Ilegal

    JAKARTA (EKSPOSnews): Tim Intelijen Kejaksaan Agung, di Pelabuhan Tanjung Benoa, Denpasar, Bali, Sabtu menangkap Deki Bermana, buronan pencucian uang kasus penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) ilega

  • 2 minggu lalu

    Kejaksaan Agung Tangkap Buronan Korupsi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Tim Intelijen Kejaksaan Agung menangkap buronan penyimpangan pemberian fasilitas kredit modal kerja oleh PD BPR LPK Pancoran Mas sebesar Rp4 miliar."Tersangka Bunyamin diamankan

  • satu bulan lalu

    Kejaksaan Tahan Mantan Dirut Sang Hyang Seri

    JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung menahan mantan Direktur Utama PT Sang Hyang Seri (Persero) Saiful Bahri terkait dugaan korupsi penggunaan kred

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99