
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
MutiaraBank Bidik Laba 2009 Sekitar Rp300 miliar
MEDAN(EKSPOSnews): MutiaraBank Tbk sampai akhir tahun diperkirakan mampu meraih laba sekitar Rp300 miliar, setelah setahun diambilalih pemerintah dengan menyuntik dana Rp6,7 triliun.
Direktur Utama MutiaraBank Maryono mengakui sampai posisi September tahun ini laba yang dapat dibubukan bank yang dulu bernama Century itu sudah tercatat Rp237,3 miliar. “Sampai akhir tahun manajemen memperkirakan perolehan laba kotor bisa mencapai Rp300 miliar yang berasal dari ekspansi kredit dan aset yang ditarik kembali,” ujarnya menjawab wartawan di Medan . Menurut dia, setelah melewati pase mempertahankan kelangsungan bank selama tiga bulan dan membangun kembali bank yang sempat merugi sekitar Rp7,2 triliun itu, manajemen berupaya melakukan perbaikan dengan mereposisi bisnis yang fokus pada sektor usaha informal, kecil, dan menegah. Sekitar 60%-70% pendapatan MutiaraBank, lanjut dia, berasal dari hasil bunga dan selebihnya berasal dari pengembalian aset yang dapat ditarik kembali. Perbaikan dari sisi internal, kata dia, terus dilanjutkan dengan memberikan kewenangan yang lebih besar kepada kantor wilayah, cabang, dan cabang pembantu untuk menyalurkan kredit. Rencana bisnis yang sudah disusun manajemen, paparnya, laba kotor sampai akhir 2009 diperkirakan mencapai Rp300 miliar, pada 2010 sekitar Rp400 miliar, dan terus meningkat hingga lima tahun waktu yang diberikan Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) kepada manajemen untuk mengembalikan dana talangan sebesar Rp6,7 triliun. “Kami optimis dari sisi bisnis dana talangan yang diberikan LPS bakal dapat dikembalikan sesuai jadwal yang ditetapkan yaitu lima tahun setelah bank tersebut diambilalih,” tuturnya. Sementara itu, Fajar, Direktur Treasury MutiaraBank menambahkan bank hanya bisa bertindak sebagai agen penjual reksadana. “Dari sisi lukuiditas, MutiaraBank sudah tidak ada masalah karena sudah mendapatkan dana talangan dari LPS sekitar Rp6,7 triliun. Sedangkan solvabilitas, tambahnya, sudah di atas 10%, sedangkan capital adequasi ratio (CAR) pada posisi September 2009 mencapai 10,5%. Non performing loan (NPL), kata dia, turun dari 10% pada posisi Juni 2009 menjadi 6,8% pada posisi September 2009. “Saat ini manajemen MutiaraBank melakukan roadshow dibeberapa kota untuk membangun kembali citra bank yang sempat ambruk dimata debitor dan nasabah,”tuturnya. Dia mengakui recoveri asset dan ekspansi kredit bakal mampu meningkatkan kinerja MutiaraBank hingga lima tahun ke depan. “Tahun ini saja ekspansi kredit mencapai Rp950 miliar,” tuturnya. (rel)
BERITA TERKAIT:
|