Kamis, 24 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Goreng Ubi di Depan BPN Sumut
    Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    PTPN III Berikan Tali Asih Kepada 38 Karyawan yang Mempertahan Asset dari Penjarah
    MEDAN(EKSPOSnews): PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III Medan memberikan tali asih kepada 38 karyawan yang mati-matian mempertahankan aset BUMN itu yang dirampas perampok, penggarap, dan ninja sawit.

    Pemberian penghargaan diberikan langsung oleh Dirut PTPN III Medan Amri Siregar dan didampingi seluruh direksi dan komisaris di Medan Minggu (27/9).

    Menurut Amri, sejak 2002 pencurian, perampasan, penggarapan, dan pengambilalihan sejumlah aset BUMN itu di sejumlah kebun berlangsung tanpa menghargai alas hak BUMN itu. “Para penjarah malahan ada yang membakar karyawan hidup-hidup karena menghalagi pencurian aset PTPN III Medan. Pejuang seperti itu wajar dihargai dan diberikan apresiasi berupa penghargaan, sehingga karyawan yang lain bisa melakukan hal sama.”

    Sementara itu, Humas PTPN III Medan Irwadi Lubis menambahkan sejumlah karyawan mempertaruhkan nyawa untuk mempertahankan aset BUMN perkebuan itu. Dia mencontohkan Arnold Siregar, krani Kebun Bangun, Kabupaten Simalungun, Sumut dibacok penjarah dan rumahnya dibakar.

    Kemudian, lanjut dia, Saud Saragih, centeng kebun, ditikan perampok dengan usus terburai. Contoh lainnya, papar dia, Samni Tambunan, mandor I dibakar hidup-hidup oleh penjarah kebun atau dikenal dengan ninja sawit.

    “Banyak lagi karyawan berjuang untuk mempertahankan aset negara dari tangan-tangan jahil, sehingga direksi dan komisaris memberikan apreasiasi berupa tali asih kepada karyawan tersebut,” tegasnya.

    Sejauh ini dia tidak menyebutkan nilai tali asih yang diberikan manajemen perkebunan itu kepada karyawan dengan alasan bisa menimbulkan prasangka yang kurang fair dan adil. (em)

    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!