Perum Navigasi Dapat Dana Talangan

Selasa, 29 Januari 2013 | 03:51:58
JAKARTA (EKSPOSnews): Kementerian Perhubungan menyatakan Perum Navigasi mendapat dana talangan dari PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II sebesar Rp10 miliar untuk menambah modal kerja perusahaan itu.

"Dana talangan dari dua BUMN Pengelola Bandara itu masing-masing Rp5 miliar," kata Dirjen Perhubungan Udara Herry Bakti S Gumay, di sela Rapat Kerja Pemerintah 2013, di Jakarta Convention Center, Senin 28 Januari 2013.

Menurut Herry, dana talangan bagi Perum Navigasi itu akan digunakan untuk operasional selama satu bulan.

Namun, tambahnya, Perum Navigasi juga sudah memperoleh pendanaan dari perusahaan penerbangan yang menggunakan jasa navigasi tersebut.

Diketahui, pemerintah resmi membentuk Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau disebut Perum Navigasi pada Rabu (16/1), yang disaksikan oleh Menteri Perhubungan EE Mangindaan, dan Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Selama ini ATC di Indonesia dikelola oleh dua BUMN, yaitu PT Angkasa Pura I untuk wilayah Indonesia Timur dan PT Angkasa Pura II untuk wilayah Indonesia Barat.

Dengan terbentuknya Perum Navigasi maka sistem atau lalulintas udara akan menganut "single air trafic provider", sehingga lebih terintegrasi guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan penumpang penerbangan.

"Sebetulnya setelah pembentukan Perum Navigasi (16/1) yang ditandai dengan pelantikan direksi baru, mulai pukul 22.00 WIB, sudah ada pendapatan Perum Navigasi sudah resmi beralih dari AP I dan AP II," tegas Herry.

Sedangkan pengalihan karyawan dari AP I dan AP II ke Perum Navigasi tambahnya, sudah dirampungkan termasuk penerapan gaji.

"Gaji yang diterapkan bagi karyawan tidak boleh turun atau minimal sama dengan karyawan AP dan Kementerian Perhubungan," ujarnya.

Dengan pengalihan tersebut AP I dan AP II merelakan pendapatannya hilang sekitar Rp1 triliun dari aktivitas Air Traffic Control.

Direktur Utama AP I Tommy Soetomo mengatakan perusahaan kehilangan pendapatan dari ATC sekitar Rp500 miliar.

Dia menambahkan untuk menutupi kekurangan tersebut perusahaan akan menggenjot pendapatan dari sektor non aeronautika.

"Kami tidak masalah jika harus kehilangan pendapatan dari ATC. Penggantinya kita sudah punya 4 anak usaha yaitu AP hotel, property, logistic, support. Pendapatan anak usaha sekitar Rp300 miliar," tegas Tommy.

Senada dengan itu, Direktur Keuangan AP II Laurensius Manurung mengatakan pihaknya kehilangan pendapatan dari ATC sekitar Rp500 miliar dan kehilangan laba sebesar Rp140 miliar.(antara)

BERITA LAINNYA
Lion Group Beli Pesawat ATR
Jumat, 28 November 2014 | 08:03:43
Pelindo I Bangun Depo dengan PT KIM
Rabu, 26 November 2014 | 18:57:23
Telkom Kembangkan Industri Kreatif
Rabu, 26 November 2014 | 06:53:11
Pengurus SP dan Manajemen Freeport Bentuk Arbritase
Selasa, 25 November 2014 | 06:03:31
Inalum Akan Masuk ke Pengolahan Bauksit
Minggu, 23 November 2014 | 20:23:55
Batik Air Juga Terbang Memakai Airbus A320
Sabtu, 22 November 2014 | 04:06:18
XL Sediakan Beasiswa
Jumat, 21 November 2014 | 05:43:25
Telkomsel Perusahaan Paling Otentik di Indonesia
Senin, 17 November 2014 | 19:27:30
BERIKAN KOMENTAR
Top