
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
BPH Migas Tunjuk Tiga Distributor Dampingi Pertamina Salurkan BBM Bersubsidi
NET
BPH MigasJAKARTA(EKSPOSnews): Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menetapkan, tiga
distributor sebagai pendamping PT Pertamina (Persero), menyalurkan
166.000 kiloliter BBM subsidi di sejumlah lokasi di Indonesia pada 2012.
Kepala BPH Migas Tubagus Haryono saat penyerahan penugasan oleh Menteri ESDM Jero Wacik, di Jakarta, Jumat, 30 Desember 2011, mengatakan, ketiga perusahaan tersebut adalah PT AKR Corporindo Tbk, PT Petronas Niaga Indonesia, dan PT Surya Parna Niaga. "Ketiganya ditetapkan melalui Sidang Komite BPH Migas yang berlangsung (Kamis) kemarin hingga jam tiga (Jumat) pagi ini," katanya. Ketiga distributor itu memperoleh alokasi sekitar 0,4 persen atau 166.000 kiloliter BBM subsidi dari kuota APBN 2012 sebesar 37,5 juta kiloliter, sedangkan, 99,6 persen lainnya tetap didistribusikan Pertamina. Alokasi 37,5 juta kiloliter itu terdiri dari premium 21,9 juta kiloliter, minyak tanah 1,7 juta, dan solar 13,9 juta. AKR dan Petronas merupakan distributor BBM subsidi pada 2011, sementara Surya baru pertama kalinya. Ketiga pendamping Pertamina tersebut mendapat penugasan mendistribusikan BBM bersubsidi di luar Pulau Jawa dan Bali. AKR menyalurkan premium 22.000 kiloliter dan 90.000 kiloliter solar di Sumatera Utara, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan. Petronas menyalurkan 20.000 kiloliter premium di Medan dan Surya Parna Niaga mendistribusikan 34.000 solar di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Sulawesi Utara dan Kalimantan Selatan. BPH Migas telah menyeleksi distributor berdasarkan kelayakan administrasi, teknis dan komersial. Keempat perusahaan tersebut dipilih di antaranya karena sudah memiliki fasilitas distribusi, menyetujui persyaratan pembayaran, pelaporan secara "online", dan mengajukan alpha rendah. BPH Migas akan mengawasi ketat keempat perusahaan tersebut dalam mendistribusikan BBM subsidi. Pada 2011, BPH Migas menutup satu "outlet" AKR di Sumatera Utara karena terbukti menyalahgunakan BBM subsidi. Pada penugasan 2012, BPH Migas mewajibkan ketiga pendamping dan Pertamina mengutamakan pemanfaatan produk kilang dalam negeri milik Pertamina, PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), dan Pusdiklat Migas Cepu. Di samping itu, pendistribusian jenis BBM tertentu pada 2012 akan dilakukan dengan sistem tertutup yang pelaksanaannya secara bertahap. Sementara, Direktur Surya Parna Niaga, Gandung Atmadji mengatakan, pihaknya akan mendistribusikan solar bagi nelayan di 14 titik di tujuh provinsi. "Kami melihat pasar nelayan masih cukup besar," katanya. Menurut dia, kebutuhan nelayan mencapai 2,5 juta kiloliter, namun baru dialokasikan sekitar 900.000 kiloliter. Ia menambahkan, pihaknya akan memakai kartu kendali (smart card) agar pendistribusian BBM tepat sasaran. "Hanya nelayan yang tercatat di 'smart card' akan mendapatkan jatahnya," katanya. Sistem distribusi juga terpantau secara "online" dengan Kantor BPH Migas dan Kementerian Keuangan. Ia menolak menyebutkan nilai investasinya, namun keuntungan yang didapat tipis yang tercermin dari nilai alphanya. Direktur Keuangan AKR, Mery Sofi mengatakan, pihaknya sudah tahun ketiga ditugaskan menyalurkan BBM subsidi. Seperti juga Gandung, Mery enggan menyebutkan nilai investasi baik yang telah maupun akan dikeluarkan AKR. Namun, lanjutnya, pada tahun pertama, 2009, AKR membangun 16 SPBU dan 2010 menjadi 30 SPBU. "Tahun ini, kami tambah satu menjadi 31 SPBU," ujarnya. Sedang, Kepala Pengembangan Bisnis Petronas, Wisnu Widijoko, mengatakan, pihaknya sudah memiliki empat SPBU yang menjual premium di Medan.(antara)
BERITA TERKAIT:
|