JAKARTA(EKSPOSnews): PT Bank Pembangunan Daerah DKI Jakarta (Bank DKI) menghentikan
operasional Anjungan Tunai Mandiri (ATM) sekitar 528 unit atau mencapai
33%. Hal ini dilakukan sebagai bentuk efisiensi Bank DKI.
"Sekarang
jumlahnya sudah berkurang menjadi sekitar 350-an. Idealnya segitu,"
ujar Direktur Pemasaran Bank DKI Mulyatno Wibowo, ketika ditemui di
Gedung Bank Indonesia, Senin 5 September 2011.
Menurutnya dengan
menutup ATM tersebut, efisiensi operasional bisa dijalankan dengan lebih
baik. Selain itu, bank yang berniat menggelar IPO tahun depan ini juga
merelokasi sejumlah ATM-nya.
"Hal ini lantaran rendahnya
utilisasi ATM-ATM tersebut. Jadi ada beberapa yang ternyata tidak banyak
dipakai masyarakat," jelasnya.
Efisiensi ini dilakukan Bank DKI
untuk persiapan menghadapi Initial Public Offering alias IPO. Bank DKI
merencanakan IPO pada awal 2012.(dtf)