Kamis, 24 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Goreng Ubi di Depan BPN Sumut
    Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Matahari Department Store Akan Tambah 10 Gerai Baru
    NET

    Matahari
    JAKARTA(EKSPOSnews): PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) berencana untuk menambah 8-10 gerai baru di 2011 ini. Perseroan merogoh kocek internal sebesar Rp 450 miliar.

    Hal ini disampaikan oleh Direktur Keuangan LPPF Richard Gibson usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu 4 Mei 2011 .

    "Tidak ada pinjaman baru. Untuk penambahan gerai kami rencanakan 8-10, dengan kebutuhan capex (belanja modal) Rp 450 miliar. Pakai internal cash," tuturnya.

    Tujuh gerai baru akan berdiri di pulau Jawa, sisanya tersebar pada beberapa kota di pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. "Masing-masing gerai investasinya Rp 20-30 miliar dan akan dilakukan mulai triwulan II," tegas Richard.

    Dengan penambahan gerai tersebut, LPPF membidik pertumbuhan penjualan 10-20% dari pencapaian tahun lalu, Rp 7,907 triliun.

    "Selama tahun lalu pertumbuhan 15% sudah cukup baik. Kita akan jaga dari tahun ke tahun. Ritel industri fashion tidak terlalu pengaruh terhadap inflasi. Kalau realistis, double digit berarti 10-20% di 2011. Pencapaian quarter I tidak lebih buruk, namun kami harus menunggu hasil audit," imbuh Benjamin.

    Selain itu, Richard juga mengatakan, perseroan berencana untuk mengurangi utangnya tahun ini dari Rp 3,8 triliun menjadi Rp 2,5 triliun.

    "Posisi utang telah berkurang Rp 400 miliar. Target kami posisi utang hingga akhir tahun menjadi Rp 2,5 triliun. Yang awalnya Rp 3,25 triliun dan posisi akhir tahun lalu Rp 3,807 triliun," jelas Richard.

    Menurut Presiden Direktur LPPF, Benjamin J. Mailool posisi utang tidak menjadi permasalahan perseroan. Ini disebabkan karena posisi kas internal LPPF yang memandai. Utang dimaksud untuk memperkuat struktur permodalan dari perseroan.

    "Tidak khawatir jumlah utang, namun dengan fluktuasi bisa saja bertambah," ucapnya.(dtf)

    Share |
    BERITA TERKAIT:
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!