
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
PTPN IV Siap Produsi Provitamin A
net/logo
MEDAN (EKSPOSnews): Manajemen PT Perkebunan Nusantara 4 berharap segera bisa memproduksi betacarotene (provitamin A) yang bernilai jual tinggi dan banyak peminatnya.
"Mudah-mudahan hasil pengujian pengembangan betacarotene oleh PPKS (Pusat Penelitian Kelapa Sawit) Medan berhasil, sehingga kita bisa segera memproduksi dan menjualnya," kata Dirut PTPN 4 Dahlan Harahap di Medan, Jumat 26 November 2010. Menurut dia, beberapa perusahaan antara lain industri farmasi PT Rajawali Nusantara sudah menyatakan minat untuk membeli betacarotene yang dikenal sebagai salah satu zat anti kanker itu. "Manajemen memang terus berupaya mengembangkan produk jadi sawit agar bisa meningkatkan keuntungan yang lebih besar dibandingkan kalau hanya menjual dalam bentuk minyak sawit mentah atau CPO (crude palm oil)," katanya. Penelitian dan ujicoba sudah dilakukan sejak tiga tahun lalu dan diharapkan pada 2012 betacarotene itu sudah bisa dikomersilkan. Tahun 2011, kata dia, penjualan PTPN 4 diharapkan meningkat dari tahun ini yang ditargetkan diatas Rp5 triliun. Direktur Produksi PTPN 4 Balaman Tarigan menyebutkan, BUMN itu terus berupaya meningkatkan pendapatan dengan melakukan diverisifikasi produk dari hasil perkebunan perusahaan itu. Hasil dari sawit sendiri dipastikan masih cukup menjanjikan, karena dibandingkan jenis minyak nabati lainnya sepeti kedelai dan bunga matahari, biaya produksi minyak sawit masih jauh lebih rendah dan produksinya bisa berkesinamungan. Ketua Kelompok Peneliti Pengolahan Hasil dan Mutu PPKS Medan Donald Siahaan mengakui, pihaknya bekerja sama dengan PTPN 4 sedang melakukan ujicoba pengembangan betacarotene. Menurut dia, dengan diproduksinya betacarotene, maka nilai tambah produk kelapa sawit akan semakin dirasakan petani, pengusaha dan termasuk pemerintah. Produksi betacarotene itu juga akan semakin menarik minat pengusaha untuk memproduksi biodiesel karena produksi betacarotene itu dihasilkan dalam proses pembuatan CPO ke biodiesel. Produksi biodiesel sendiri dewasa ini masih tersendat karena pemasarannya masih sulit akibat harga jualnya yang lebih mahal ketimbang BBM, menyusul bahan bakunya yakni CPO yang juga mahal. Harga jual betacarotene itu sendiri cukup mahal berkisar Rp4 juta -Rp5 juta per kilogram, sementara dalam satu ton CPO bisa dapat 0,5 kg betacaroten, kata Donald. Kalau memang berhasil dikomersilkan, maka betacaroten PTPN 4 merupakan produksi pertama Indonesia dan itu akan bisa menyaingi produksi Malaysia yang sudah lebih dahulu eksis di produksi itu. "Malaysia sudah beberapa tahun lalu memproduksi dan menjual betacarotene, tetapi sulit cepat diikuti karena negara itu tertutup dengan teknologi produksi carotene-nya," katanya.(an)
BERITA TERKAIT:
|