
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Newmont Bor Emas di Blok Elang
majalahtambang.com
Newmont Nusa TenggaraSENGGIGI (EKSPOSnews): PT Newmont Nusa Tenggara akan memperluas wilayah pengeboran emas dan tembaga ke Blok Elang di Desa Ropang, Kecamatan Ropang Sumbawa Barat. Eksplorasi kawasan seluas 25 ribu hektare itu dilakukan untuk menambah jumlah produksi tembaga dan emasnya.
Dari hasil penelitian geologi diketahui saat ini, sudah terdapat 116 lubang di kawasan tersebut. Masing-masing lubang berjarak 200 meter. Presiden Direktur Newmont Nusa Tenggara, Martiono Hadiyanto, mengatakan potensi tembaga dan emas yang ada di Elang lebih besar dibanding yang sudah ditemukan di Batu Hijau. Saat ini, kawasan batu hijau memiliki cadangan dan Non Resources Material (NRM) sebesar 19 juta ons emas dan 18 miliar pounds tembaga. "Kami akan melakukan eksplorasi di Elang sesuai dengan izin eksplorasi yang kami peroleh untuk 20 tahun ke depan," kata Martiono usai berbicara dalam acara seminar Internasional tentang Ekonomi, Lingkungan dan Budaya di kawasan wisata Senggigi Lombok Barat, Sabtu, 13 November 2010. Lebih lanjut, Martiono mengaku butuh waktu lama untuk melakukan eksplorasi di Blok Elang. Bahkan, untuk memutuskan kawasan tersebut bernilai ekonomis atau tidak membutuhkan waktu hingga enam tahun. Proses yang dilakukan sebelum melakukan eksploitasi adalah melakukan study kelayakan, amdal dan melakukan kontruksi. Menurutnya, Newmont Nusa Tenggara dituntut untuk bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan hidup termasuk terhadap hak azasi manusia sebelum melakukan eksplorasi. "Jadi, kondisi sekarang lebih berat dari pada waktu kami memutuskan tahun 1986," ujar Martiono. Eksplorasi terhadap kawasan Elang pernah dilakukan pada 2006 lalu, namun upaya itu terhenti setelah masyarakat sekitar menolaknya. Bahkan, masyarakat melakukan aksi anarkis dengan membakar kamp-kamp yang dibangun perusahaan asal Amerika itu. Selain itu, eksplorasi juga terhambat oleh sejumlah masalah lainnya di antaranya masalah divestasi saham. (vnc)
BERITA TERKAIT:
|