
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
KONI Sumbar Datangkan Pelatih Fisik dari Australia
PADANG (EKSPOSnews): Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat mendatangkan palatih fisik dari Australia dalam rangka persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII 2012 di Riau.
"Ada dua orang pelatih fisik dari Australia Strength Conditioning Association (ASCA), yakni Robert Jhon Balard dan Greg J. Wilson yang akan memberikan pelatihan bagi pelatih cabang yang lolos ke PON," kata Ketua Umum KONI Sumbar Syahrial Bakhtiar di Padang, Kamis 9 Februari 2012. Ia menjelaskan bahwa dua orang pelatih fisik dari Australia tersebut akan memberikan ilmunya kepada pelatih cabang dalam kursus kepelatihan pada tanggal 17-21 Februari 2012 di Universitas Negeri Padang (UNP). Lebih lanjut dia mengatakan, dalam kursus kepelatihan tersebut, pelatih cabang akan diberikan materi bagaimana atlet binaannya mampu meningkatkan kualitas fisik. Syahrial menambahkan, dalam memberikan materi kepelatihan, Robert Jhon Balard dan Greg J. Wilson juga dibantu oleh pakar olahraga dari Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang (FIK-UNP). Disebutkan, materi yang akan diberikan untuk pelatih cabang olahraga tersebut, antara lain pelatihan teori, pengembangan kecepatan, pengembangan kekuatan, daya tahan, dan fleksibilitas. Selain itu, lanjut dia, meteri perencanaan pelatihan, penilaian terhadap atlet, pencegahan cedera, manajemen dan rehabilitasi, nutrisi dan obat dalam olahraga, metode pemulihan, populasi khusus, dan manajemen risiko bagi atlet. Dikatakan, pelatih yang telah mengikuti seminar ini dan dinyatakan baik dalam mengikuti kegiatan tersebut akan diberikan sertifikat yang langsung dikeluarkan oleh ASCA. "Artinya, pelatih tersebut sudah mengambil lisensi kepelatihan dari badan ASCA tersebut. Dan, itu menunjukkan pelatih mempunyai ilmu dan teknik baru dalam melatih," katanya. Ia mengharapkan pelatih yang mengikuti ajang tersebut mampu mengaplikasikannya terhadap atlet masing-masing sehingga atlet juga mengalami peningkatan latihan, baik dari segi fisik, kecepatan, maupun kekuatan, yang sangat berpengaruh dalam mengikuti pertandingan. "Pada tahap pertama ini peserta hanya 30 orang. Ini dimaksudkan agar peserta lebih fokus dalam menyimak setiap materi yang diberikan," katanya.(antara)
BERITA TERKAIT:
|