
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin Tegaskan Tak Langgar Statuta
MAKASSAR(EKSPOSnews): Tuntutan yang diajukan Forum Pengprov PSSI (FPP) melalui
Rapat Akbar Sepak Bola Nasional (RASN) diklaim PSSI hanya berdasarkan
fitnah.Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin menegaskan tak ada Statuta
yang dilanggar.
Menurut Djohar Arifin,tak ada pelanggaran sehingga tak bisa digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB).Djohar juga mengatakan,PSSI tidak pernah melanggar Kongres Bali pada Februari 2011 yang sesungguhnya keabsahan agenda tersebut masih diragukan. ”Ini terus terang kami katakan,pengurus PSSI sekarang tidak pernah melanggar satu pun dari pasal Statuta FIFA dan PSSI.Kami pun tidak melanggar Kongres Bali karena keabsahan kongres itu juga diragukan,”ujar Djohar Arifin,dikutip Okezone,Selasa 20 Desember 2011. ”Cara mereka hanya menuduh PSSI melanggar Statuta.Padahal,kami tak pernah melanggar Statuta.Dasar yang diajukan oleh mereka untuk menuntut KLB adalah fitnah,” lanjutnya. Djohar Arfin juga mengatakan mendapat laporan dari daerah bahwa peserta yang hadir pada RASN ternyata kebanyakan bukan dari anggota sah dari PSSI. Bahkan, mereka di antaranya pengurus yang masa jabatannya sudah selesai di pengurus cabang (pengcab) dan pengurus provinsi (pengprov). ” Sekarang kami mendapatkan pernyataan dari daerah bahwa ternyata mereka tidak merasa hadir dalam pertemuan RASN.Ternyata yang memberikan mandat untuk hadir itu bukan pengurus resmi di pengcab dan pengprov,”tutur Djohar Arifin. Mengenai KLB,Djohar Arifin juga menegaskan bahwa pelaksanaan agenda itu tidak mudah.”Jadi,kami anggap pertemuan itu tidak ada sama sekali.KLB tidak semudah itu,karena perlu persetujuan FIFA dan AFC. Yang hadir dalam pertemuan itu kebanyakan tidak memiliki kewenangan sebagai anggota PSSI.Mereka diragukan,apakah anggota yang sah atau justru kebanyakan bukan anggota PSSI lagi,”ungkapnya. Djohar Arifin menuturkan,tuntutan KLB yang diinginkan FPP tak akan menyelesaikan masalah.Apalagi,pengurus anyar PSSI baru menjalankan kinerja selama lima bulan dari empat tahun masa jabatan. ”Kalau maunya begitu (KLB) terus,ini nggak akan selesai. Nanti orang yang tidak suka dengan mereka juga bikin KLB lagi,bisabisa nanti kita dalam setahun mengadakan lima kali KLB,”tandas Djohar Arifin. Dari Makassar,PSM secara tegas menolak usulan KLB.Sebab,semua itu dianggap akan semakin memperumit persoalan dan tidak memberikan solusi yang konkret.Sebaliknya, sepak bola Indonesia hanya akan terjadi saling balas dengan KLB. Ketua Umum PSM Ilham Arief Sirajuddin mengatakan,dengan usia pengurus anyar PSSI yang baru seumur jagung ini,tidak tepat jika muncul persoalan yang menginginkan digelarnya KLB. Pasalnya,PSSI belum berbuat apa-apa,namun sudah diganggu oleh beberapa kelompok yang tentu memiliki tujuan dan kepentingan tertentu. Menurut Ilhan,jika sejumlah klub itu mempersoalkan sistem kompetisi yang digulirkan PSSI melalui Indonesian Premier League (IPL) dan ada perekrutan klub-klub yang dipersoalkan,bukan itu substansi masalah yang dipersoalkan kubu yang mengusung KLB ini. ”Saya atas nama Ketua Umum PSM berharap agar bersama-sama memikirkan kemajuan sepak bola nasional.Pengurus PSSI sekarang diberi pertimbangan-pertimbangan dan saran rasional.Mari semua duduk dan bermusyawarah,”ujarnya.(sindo) |