Kamis, 24 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Goreng Ubi di Depan BPN Sumut
    Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    80 Persen Perkebunan di Sumut Dikuasai Investor Asing
    MEDAN (EKSPOSnews): Gubernur Sumut Syamsul Arifin mengungkapkan keprihatinannya karena besarnya dana asing dalam bisnis perkebunan di daerah itu.

    "Sekitar 80 persen perkebunan di Sumut dikuasai dana asing," kata Syamsul Arifin dalam customer gathering CIMB Niaga Syariah di Medan, Rabu (9/12).

    "Dana asing yang terlalu banyak dapat merugikan dari segi kemapanan ekonomi," kata mantan Bupati Langkat itu.

    Pemprov Sumut, katanya, mengharapkan pihak perbankan di daerah itu dapat memaksimalkan fungsi pendanaannya dalam membantu setiap jenis bisnis yang dilakukan, termasuk subsektor perkebunan.

    Dia mengetahui dana perbankan yang berada di Sumut sangat besar karena mencapai jumlah Rp117 triliun.

    Persoalannya, kata dia, masih sedikit dana perbankan itu yang digunakan untuk membiayai kegiatan usaha di Sumut.

    "Kalau tidak digunakan dengan baik, dana besar itu justru merugikan pihak bank," katanya.

    Pemprov Sumut mengharapkan pengelola perbankan di Sumut dapat menyalurkan dana yang cukup besar itu untuk memberdayakan masyarakat yang memiliki kelas ekonomi menengah ke bawah.

    “Ketahanan ekonomi bagi masyarakat yang memiliki tingkat menengah kebawah sangat diperlukan agar perekonomian nasional tidak terlalu berpengaruh jika terjadi krisis global.”

    Dia mencontohkan krisis global di tanah air yang terjadi  beberapa tahun terakhir ini, dapat dilalui dengan baik.

    "Itu semua disebabkan masyarakat menengah ke bawah memiliki perekonomian yang cukup baik, sehingga tahan terhadap guncangan ekonomi global,” tuturnya.

    Dia meminta perbankan yang beroperasi di daerah ini jangan hanya pintar mengumpulkan dana dari masyarakat, namun harus lebih pintar menyalurkan dana yang dihimpun untuk enggerakkan ekonomi daerah ini. “Jangan belomba menawarkan kredit konsumsi, sehingga masyarakat diajak konsumtif untuk membeli mobil dan barang-barang yang tidak produktif. (em)

    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!