Pemerintah Bantu Petani Nagan Raya

Senin, 1 Juli 2013 | 06:42:32
BANDA ACEH (EKSPOSnews): Pemerintah mengalokasikan dana senilai Rp12,8 miliar untuk pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, guna mempercepat pertumbuhan ekonomi dan terlaksananya program 10 juta ton beras di daerah itu.

Kepala Dinas Pertanian dan Perternakan Nagan Raya Ali Basyah di Jeuram mengatakan dana tersebut terdiri dari APBN untuk cetak sawah baru 500 hektare senilai Rp5 miliar, Otsus 1.400 hektare senilai Rp2,8 miliar dan program System Of Rice Intensifi Cation (SRI) Rp5 miliar.

"Nagan Raya mendapat alokasi dana lebih dari daerah lain karena selama ini kita selalu swasembada beras dan masih banyak lahan tidur belum tergarap maksimal," katanya, Minggu 30 Juni 2013.

Ali Basyah menjelaskan, untuk dana sebesar itu akan disalurkan sesuai program selama 2013 dan dikelola oleh 650 kelompok tani, seperti program optimalisasi lahan maupun cetak sawah baru yang dirangkaikan dalam bentuk bantuan sosial (bansos).

Ia mengatakan, sejak 2008-2013, Kabupaten Nagan Raya selalu berproduksi surplus beras, dimana setiap tahunnya meningkat secara signifikan rata-rata di atas 25 persen hingga terakhir sudah melebihi target/beban.

Kata dia, secara nasional swasembada 10 juta ton beras, setiap kabupaten/kota dibebankan surplus beras 120 ribu ton, sementara pada panen terakhir Mei 2013, di Nagan Raya sudah mampu surplus beras mencapai 165 ribu ton.

"Produksi beras rata-rata 6,8 ton per hektar, bahkan sebagian besar areal sawah bisa berproduksi 9 ton per hektare, karena sarana irigasi di Nagan Raya sudah begitu memadai," imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan, yang dibutuhkan untuk memaksimalkan areal pesawahan di kawasan itu hanyalah dana pemeliharaan sarana irigasi raksasa di Kecamatan Beutong untuk mempercepat produksi pangan dari satu kali (IP100) menjadi dua sampai tiga kali per tahun (IP200-IP300).

Sebutnya, jenis bibit tanaman padi yang cocok di areal sawah Nagan Raya adalah hibrida, namun karena harganya sulit dijangkau petani hanya sebagian kecil yang menggunakan benih bibit unggul itu.

Kata Ali Basyah, pemerintah melalui dana APBN memberi bantuan benih padi jenis Cehrang dan Mekonga, sehingga membuat produksi petani di areal sawah di sejumlah kecamatan sentra produksi gabah kering wilayah itu berbeda.

Dalam implementasi program 10 juta ton beras, di Nagan Raya menggunakan metode SRI dan Sekolah Lapangan Pertanian Tanaman Terpadu (SLPTT) sistem Jurong (tradisional), dan rutin dilaksanakan 60 persen petani dalam 25.685 hektare areal pesawahan.

"Kita berharap pemerintah terus memberikan dukungan penuh kepada Nagan Raya menjadi sentra produksi beras di Aceh, karena selama ini kita membuktikan produksi meningkat dan mampu menyejahterakan petani," katanya. (ant)

BERITA LAINNYA
Bank Indonesia Bantu Petani Bawang Simalungun
Senin, 1 September 2014 | 12:54:11
Rusia Minta Produk Pertanian dari RI
Minggu, 31 Agustus 2014 | 17:37:32
Petani Sulut Diminta Kembangkan Tanaman Vanili
Sabtu, 30 Agustus 2014 | 18:57:25
Petani Jagung di Sumbawa Kesulitan Peroleh Pupuk
Rabu, 27 Agustus 2014 | 03:55:23
Transaksi Lelang Agro Sulut Menggembirakan
Selasa, 26 Agustus 2014 | 08:01:44
Pasar Lelang Agro di Manado Perdagangkan Cengkih
Selasa, 26 Agustus 2014 | 07:58:06
Harga Cengkih di Manado Turun
Senin, 25 Agustus 2014 | 20:08:02
Bungkil Kopra Asal Sulut Diminati di Asia
Jumat, 22 Agustus 2014 | 13:42:46
Ribuan Hektare Tanaman Pala di Aceh Mati
Kamis, 21 Agustus 2014 | 19:07:32
Petani Kesulitan Mendapatkan BBM untuk Alat Pertanian
Kamis, 21 Agustus 2014 | 15:20:36
BERIKAN KOMENTAR
Top