Kawasan Resapan Air di Aceh Berkurang

Selasa, 21 Mei 2013 | 06:18:57
BANDA ACEH (EKSPOSnews): Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menilai luas kawasan serapan air di Provinsi Aceh kian berkurang, sehingga banjir bandang hampir setiap tahun terjadi di sejumlah daerah di daerah itu.

"Kami mencatat banjir bandang hampir setiap tahun terjadi di sejumlah kabupaten/kota di Aceh. Ini terjadi akibat luas kawasan serapan air semakin menyusut," kata Pelaksana Tugas Direktur Eksekutif Walhi Aceh Teuku Muhammad Zulfikar di Banda Aceh, Senin 20 Mei 2013.

Menurut dia, menyusutnya luas kawasan serapan air terjadi akibat wilayah hutan dijadikan perkebunan sawit, penambangan di kawasan hutan, hingga penebangan ilegal.

Zulfikar menambahkan, data yang diterima Walhi beberapa tahun silam, dari 3,3 juta hektare hutan di Aceh, 1,6 juta hektare di antaranya dalam kondisi kritis.

"Data ini didapat dari Bank Dunia pada 2008. Bayangkan kalau sekarang, tentu luas lahan kritisnya kian bertambah. Dan ini perlu langkah-langkah konkret mengatasinya," kata dia.

Dengan kondisi seperti itu, kata dia, curah hujan sedikit saja terjadi bisa menyebabkan banjir, karena tidak ada lagi kawasan yang menyerap air hujan. Dan ini bisa dilihat dari banjir bandang di wilayah pantai barat selatan Aceh, pekan lalu.

"Banjir di pantai barat selatan Aceh terjadi luas kawasan serapan air semakin berkurang. Hal ini akibat pembukaan kawasan hutan, penambangan, maupun praktek merusak lainnya," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, Walhi Aceh mendesak Pemerintah Aceh mendata kawasan serapan air yang kritis serta melakukan rehabilitasi dan reboisasi sesegera mungkin.

Selain itu, lanjut dia, rencana tata ruang wilayah Aceh juga harus ramah lingkungan, artinya, rencana tata ruang wilayah Aceh yang kini sedang dibahas harus memperhatikan aspek lingkungan dan ekosistemnya.

"Jika ini tidak diperhatikan, maka kawasan hutan yang tersisa sekarang ini bakal dikonversi menjadi perkebunan sawit, tambang, dan lain sebagainya. Jika ini terjadi, dengan sendirinya luas areal serapan air tentu semakin berkurang. Dampaknya, akan terjadi banjir besar di Aceh," kata dia.(ant)

BERITA LAINNYA
Harga Kopi di Simalungun Anjlok
Selasa, 21 April 2015 | 15:27:12
Bulog Gagal Beli Beras Petani Sumut
Senin, 20 April 2015 | 19:51:43
Festival Kopi Gayo di Bener Meriah
Senin, 20 April 2015 | 19:50:47
Sawah di Aceh Barat Daya Terancam Kekeringan
Minggu, 19 April 2015 | 06:42:12
Pemprov Sulut Bantu Bibit Pala
Sabtu, 18 April 2015 | 06:07:19
Langkat Tambah Sapi Inseminasi Buatan
Jumat, 17 April 2015 | 06:32:19
Pemkab Taput Akan Dijadikan Lumbung Pangan
Jumat, 17 April 2015 | 06:20:10
Danrem Panen Raya di Tulungagung
Rabu, 15 April 2015 | 05:35:13
Irigasi di Mukomuko Hancur Lebur
Jumat, 10 April 2015 | 10:40:37
Budidaya Ikan di Kampar Terbaik di Indonesia
Rabu, 8 April 2015 | 15:08:39
BERIKAN KOMENTAR
Top