Rabu, 30 Juli 2014
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Kunjungi eksposnews.com dari HP Anda!
  • Kawasan Resapan Air di Aceh Berkurang
    Selasa, 21 Mei 2013 | 06:18:57
    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menilai luas kawasan serapan air di Provinsi Aceh kian berkurang, sehingga banjir bandang hampir setiap tahun terjadi di sejumlah daerah di daerah itu.

    "Kami mencatat banjir bandang hampir setiap tahun terjadi di sejumlah kabupaten/kota di Aceh. Ini terjadi akibat luas kawasan serapan air semakin menyusut," kata Pelaksana Tugas Direktur Eksekutif Walhi Aceh Teuku Muhammad Zulfikar di Banda Aceh, Senin 20 Mei 2013.

    Menurut dia, menyusutnya luas kawasan serapan air terjadi akibat wilayah hutan dijadikan perkebunan sawit, penambangan di kawasan hutan, hingga penebangan ilegal.

    Zulfikar menambahkan, data yang diterima Walhi beberapa tahun silam, dari 3,3 juta hektare hutan di Aceh, 1,6 juta hektare di antaranya dalam kondisi kritis.

    "Data ini didapat dari Bank Dunia pada 2008. Bayangkan kalau sekarang, tentu luas lahan kritisnya kian bertambah. Dan ini perlu langkah-langkah konkret mengatasinya," kata dia.

    Dengan kondisi seperti itu, kata dia, curah hujan sedikit saja terjadi bisa menyebabkan banjir, karena tidak ada lagi kawasan yang menyerap air hujan. Dan ini bisa dilihat dari banjir bandang di wilayah pantai barat selatan Aceh, pekan lalu.

    "Banjir di pantai barat selatan Aceh terjadi luas kawasan serapan air semakin berkurang. Hal ini akibat pembukaan kawasan hutan, penambangan, maupun praktek merusak lainnya," katanya.

    Oleh karena itu, kata dia, Walhi Aceh mendesak Pemerintah Aceh mendata kawasan serapan air yang kritis serta melakukan rehabilitasi dan reboisasi sesegera mungkin.

    Selain itu, lanjut dia, rencana tata ruang wilayah Aceh juga harus ramah lingkungan, artinya, rencana tata ruang wilayah Aceh yang kini sedang dibahas harus memperhatikan aspek lingkungan dan ekosistemnya.

    "Jika ini tidak diperhatikan, maka kawasan hutan yang tersisa sekarang ini bakal dikonversi menjadi perkebunan sawit, tambang, dan lain sebagainya. Jika ini terjadi, dengan sendirinya luas areal serapan air tentu semakin berkurang. Dampaknya, akan terjadi banjir besar di Aceh," kata dia.(ant)

    Akses berita terbaru versi mobile di: m.eksposnews.com
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!