Mengembangkan Peternakan di Aceh Besar

Senin, 25 Maret 2013 | 19:16:30
BANDA ACEH (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mengajak kalangan swasta untuk menggarap usaha bidang peternakan yang dinilai memiliki potensi besar dikembangkan di daerah itu.

"Potensi usaha bidang peternakan cukup besar, karenanya kami mengajak pihak swasta menanamkan modalnya di Aceh Besar," kata Kepala Dinas Peternakan Aceh Besar Ahmad Tarmizi di Banda Aceh, Senin 25 Maret 2013.

Ia menjelaskan, selama ini Aceh Besar merupakan daerah pemasok utama kebutuhan daging sapi untuk konsumsi warga khususnya di Kota Banda Aceh.

Namun, Tarmizi menjelaskan usaha sektor peternakan terutama sapi potong selama ini masih dilakukan terbatas dan secara tradisional oleh petani.

"Artinya, usaha peternakan sapi potong masih skala kecil dan cukup terasa saat menjelang hari-hari besar Islam dan 'meugang' tradisi hari pemotongan sapi di Aceh karena permintaan daging cukup tinggi," katanya menjelaskan.

Ketika kebutuhan meningkat maka harga daging sapi di pasaran justru meningkat yakni bisa mencapai Rp125 ribu/kg, juga karena terbatasnya persediaan sapi di Aceh, kata dia menjelaskan.

Peluang swasta menggarap sektor peternakan karena di Aceh Besar saat ini memiliki kebun rumput yang luasnya sekitar 619 hektare tersebar di 18 kecamatan.

Selanjutnya Aceh Besar juga memiliki padang pengembalaan ternak seluas sekitar 512.296 hektare di 14 kecamatan di kabupaten itu.

Di pihak lain, ia menjelaskan beberapa cara perlu dilakukan untuk menjadikan peternakan di Aceh Besar menari bagi wirausaha komoditas tersebut.

Ia menjelaskan, misalnya Pemkab melalui dinas teknis dapat memberikan insentif berupa subsidi bibit ternak, pakan maupun kredit.

Kemudian, Tarmizi menambahkan untuk menjadikan peternakan dilirik swasta maka berbagai pihak terkait harus saling bahu membahu menciptakan iklim yang lebih kondusif dalam berinvestasi.

"Kita harus mampu merangsang investor guna menarik minat mereka memanfaatkan potensi dan peluang usaha di bidang peternakan," katanya. (antara)

BERITA LAINNYA
Produktivitas Kakao di Lampung Timur Rendah
Sabtu, 25 Oktober 2014 | 19:41:58
Sumut Miliki Kebun Kelapa Sawit Terbesar Kedua
Kamis, 23 Oktober 2014 | 06:10:58
Harga Karet di Madina Jatuh
Rabu, 22 Oktober 2014 | 13:55:08
Harga Cengkih di Manado Merangkak Naik
Selasa, 21 Oktober 2014 | 21:38:29
Pemkab Labuhanbatu Salurkan Bibit Ikan Lele
Selasa, 21 Oktober 2014 | 06:27:59
Wah, 2,2 juta Hektare Sawit di Riau Ilegal
Senin, 20 Oktober 2014 | 14:49:08
Kemarau, Petani Cengkih Rugi
Senin, 20 Oktober 2014 | 03:54:53
Impor Raw Sugar Perlu Dibatasi
Jumat, 17 Oktober 2014 | 16:04:18
Resi Gudang Bisa Bantu Petani Sulut
Kamis, 16 Oktober 2014 | 13:25:49
Harga Karet Cenderung Naik
Rabu, 15 Oktober 2014 | 06:29:18
Potensi Menguntungkan dari Rumput Laut Indonesia
Rabu, 15 Oktober 2014 | 04:24:30
Ribuan Hektare Lahan Pertanian di Karo Terancam Puso
Selasa, 14 Oktober 2014 | 20:27:48
BERIKAN KOMENTAR
Top