Kecambah Palsu Beredar di Sulawesi Barat

Selasa, 26 Februari 2013 | 09:10:12
MAMUJU (EKSPOSnews): Balai Pengawasan dan Pemurnian Mutu Benih (BP2MB) Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melakukan kerjasama dengan karantina tanaman untuk mengintensifkan pengawasan dan peredaran bibit kecambah sawit palsu.

"Disbun Sulbar mengintensifkan kerjasama dengan balai karantina tanaman di sejumlah daerah di Indonesia seperti di Kota Makassar, Palu dan Mamuju yang ada di pulau Sulawesi, maupun di Kota Medan serta Batam yang ada di pulau Sumatera," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Pengawasan dan Pemurnian Mutu Benih (BP2MB) Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Sulbar, Tanawali di Mamuju, Selasa 26 Februari 2013.

Ia mengatakan, kerjasama itu dilakukan dalam rangka untuk mengintensifkan pengawasan dan untuk mengetahui apakah bibit kecambah yang masuk di Sulbar untuk dikembangkan petani asli ataukah palsu.

"Dengan kerja sama itu akan diketahui apakah ada bibit masuk di Sulbar secara legal, atau tidak bersertifikasi serta tidak memiliki dokumen jelas seperti yang ditetapkan pemerintah atau bibit kecambah itu palsu," katanya.

Menurut dia, bibit kecambah yang beredar di Sulbar ditemukan marak dan sangat merugikan petani sehingga pemerintah akan menghentikan peredaran bibit kecambah palsu itu dengan bekerjasama karantina tanaman pada seluruh daerah di Indonesia, baik di Sulawesi maupun Sumatera "Pengawasan bibit kecambah sawit palsu itu dimaksimalkan karena diduga Sulbar menjadi tempat peredaran kecambah palsu yang dilakukan oknum pengusaha yang hanya mencari untung dengan menjual kecambah palsu.

Ia mengatakan, pemerintah tidak ingin masyarakat menjadi korban karena mengembangkan bibit kecambah palsu yang ternyata hanya merugikan namun tidak membawa untung bagi mereka meski sudah dikembangkan dengan memakan waktu lama mencapai di atas lima tahunan Menurut dia, di Kabupaten Polman pemerintah telah menyita dan telah memusnahkan sekitar 20.000 bibit kecambah sawit palsu tanpa sertifikasi di Kecamatan Campalagian.

"Pemusnahan itu dilakukan dengan cara dibakar dalam rangka mencegah bibit kecambah itu dimanfaatkan lagi yang dapat menimbulkan bagi masyarakat petani sawit secara luas,"katanya.

Menurut dia, bibit kecambah sawit ilegal itu disita dari kelompok tani Bina Mitra di Kecamatan Campalagian setelah sebelumnya berhasil diungkap bahwa bibit kecambah milik kelompok tani itu palsu.

Sementara di kabupaten Mamuju Disbun Sulbar membakar sekitar 7.000 pohon sawit palsu yang sudah dikembangkan di Desa Tasokko, Kecamatan Korossa, Kabupaten Mamuju yang telah dikembangkan Kelompok Tani Puncak Beringin sejak tujuh lalu.

"Kebun sawit palsu itu dibakar karena sama sekali tidak berbuah setelah dikembangkan petani selama tujuh tahun lamanya, petani sadar bahwa kebun sawit mereka palsu karena bibit kecambah sawit yang mereka tanam tujuh tahun lalu ternyata juga palsu,"katanya.

Tanawali mengatakan, selain di Kecamatan Korossa, Disbun Sulbar juga membakar bibit kecambah palsu yang telah berkembang menjadi perkebunan sawit yang tidak berbuah di Desa Lemo-Lemo Kecamatan Pangale Kabupaten Mamuju sebanyak 4.760 pohon yang dikembangkan kelompok tani Sipatuo.

Kemudian juga melakukan pembakaran sebanyak 4.760 pohon kebun sawit palsu yang dikembangkan Kelompok Tani Ladang Serumpun di Desa Bambamanurung Kecamatan Topoyo Kabupaten Mamuju.

Lalu di Desa Tommo Kecamatan Tommo sebanyak 4.480 batang yang dikembangkan Kelompok Tani Cahaya.

Ia berharap masyarakat yang menjadi korban bibit kecambah palsu yang diecerkan pengusaha dapat melaporkan ke pemerintah agar dapat dilakukan pemusnahan. Begitu juga kepada aparat hukum dapat membantu pemerintah mengungkap otak beredarnya bibit kecambah palsu di wilayah sulbar.(antara)

BERITA LAINNYA
Aceh Siap Jadi Lumbung Kakao Nasional
Rabu, 3 Desember 2014 | 16:22:32
Industri Sawit Butuh Pengolahan Air
Jumat, 28 November 2014 | 15:23:31
Pagaralam Penghasil Strawbery
Jumat, 28 November 2014 | 08:06:03
Mentan Dorong Lampung Tingkatkan Produksi Padi
Rabu, 26 November 2014 | 03:10:52
Harga Itik Veking di Langkat Turun Terus
Senin, 24 November 2014 | 06:32:21
Pembalakan Liar Marak di Toba Samosir
Minggu, 23 November 2014 | 20:25:56
Mendag Perjuangkan Kenaikan Harga Karet Alam
Kamis, 20 November 2014 | 16:19:44
Pengangkutan Hasil Laut Terkendala Infrastruktur
Kamis, 20 November 2014 | 05:16:56
Korem Bhaskara Jaya Dukung Gerakan Pesisir Berseri
Rabu, 19 November 2014 | 16:16:47
Sulut Ekspor Tepung Kelapa ke Rusia
Rabu, 19 November 2014 | 11:29:54
BERIKAN KOMENTAR
Top