Kenaikan Harga Cengkih Tidak Dinikmati Petani Manado

Kamis, 21 Februari 2013 | 00:57:20
MANADO (EKSPOSnews): Kenaikan harga cengkih yang terjadi beberapa hari terakhir ini, ditanggapi dingin petani karena sebagian besar sudah tidak memiliki stok komoditas tersebut.

"Kendati harga cengkih terus naik dan hari ini di posisi Rp122,5 ribu per Kilogram (Kg) tetapi dampaknya tidak dinikmati oleh petani, keuntungannya hanya jatuh ke pedagang yang sudah terlebih dulu memborong cengkih petani," kata Albert Mokodongan, salah seorang petani cengkih di Kecamatan Tombulu, Minahasa, Rabu 20 Februari 2013.

Albert mengatakan, sudah menjual cengkih kering miliknya ketika harga berkisar Rp110 ribu per Kg akhir tahun 2012 lalu karena terdesak kebutuhan keluarga.

"Bukan hanya saya, hampir seluruh petani sudah menjual cengkih hasil panen tahun 2012 lalu, karena itu kenaikan harga cengkih belakangan ini, tidak lagi membantu kehidupan petani," kata Albert.

Johny Mingga, petani lainnya di Kecamatan Tombulu, mengatakan, kondisi ini bukan hanya terjadi sekarang, tetapi dialami petani setiap tahun.

"Saat panen berlangsung dan disaat petani membutuhkan uang, justru harga cengkih cenderung turun, tetapi ketika stok sudah tidak ditangan, harga justru cenderung naik tajam," kata Johny.

Petani meminta pemerintah mencarikan jalan keluar terbaik, supaya kenaikan harga cengkih memberi manfaat langsung ke petani, tidak hanya menguntungkan pedagang pengumpul saja.

"Harus ada kebijakan yang pro petani, sehingga kenaikan harga cengkih memberi dampak peningkatan kesejahteraan sebagaimana harapan pemerintah juga," kata Johny.

Pemerintah, kata Johny, harus memberi perhatian terhadap pengawasan perdagangan cengkih yang ebih intensif, sehngga tidak terjadi permainan harga seperti yang selama ini diduga sering terjadi.

"Sudah menjadi rahasia umum jika penentuan harga cengkih hanya diatur atau dimonopoli pabrik rokok tertentu, padahal idealnya penentuan harga berdasarkan mekanisme pasar yang sesungguhnya," kata Johny.

Para petani meminta pemerintah terus mendorong ekspor cengkih dan produk turunannya ke berbagai negara, dengan demikian harga cengkih akan bersaing dan memberi keuntungan bagi masyarakat Sulut.(antara)

BERITA LAINNYA
Bungkil Kopra Asal Sulut Diminati di Asia
Jumat, 22 Agustus 2014 | 13:42:46
Ribuan Hektare Tanaman Pala di Aceh Mati
Kamis, 21 Agustus 2014 | 19:07:32
Petani Kesulitan Mendapatkan BBM untuk Alat Pertanian
Kamis, 21 Agustus 2014 | 15:20:36
9 Pabrik Pengolahan Karet di Riau Setop Berproduksi
Kamis, 21 Agustus 2014 | 13:18:09
Kebutuhan Pupuk Bersubsidi di Tobasa Meningkat
Kamis, 21 Agustus 2014 | 07:57:44
Bank Riau Kepri Kirim 24 Petani Sawit Belajar ke Sumut
Selasa, 19 Agustus 2014 | 16:56:01
Pemkab Pasaman Barat Sediakan 12.000 Bibit Jeruk
Sabtu, 16 Agustus 2014 | 15:33:56
50% Lebih Sektor Pertanian adalah Padi & Palawija
Selasa, 12 Agustus 2014 | 15:01:32
Langkat Lunbung Beras di Sumut
Minggu, 10 Agustus 2014 | 07:05:31
Aceh Kembangkan Bibit Pala Sambungan
Kamis, 7 Agustus 2014 | 05:36:35
Bulog Meulaboh Terima Beras Impor
Selasa, 5 Agustus 2014 | 20:29:28
Puluhan Ton Ikan Mas Petani di Danau Maninjau Mati
Selasa, 5 Agustus 2014 | 15:57:35
BERIKAN KOMENTAR
Top