Selasa, 29 Juli 2014
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Kunjungi eksposnews.com dari HP Anda!
  • Aceh Utara Kembangkan Kedelai
    Senin, 30 Juli 2012 | 18:13:51
    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, memprogramkan pengembangan lahan kedelai seluas 2.500 hektare pada 2012 untuk mendukung swasembada komoditas tersebut.

    Kepala Seksi Tanaman Palawija dan Hortikultura Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan Aceh Utara Zulkifli di Lhokseumawe, Senin, 30 Juli 2012 menyatakan pengembangan lahan tanaman kedelai yang dananya bersumber dari APBN tersebut dialokasikan untuk 12 dari 27 kecamatan.

    Pada program pengembangan tanaman kedelai tersebut, dilakukan dengan teknik Sekolah Lapang Pertanian Teknik Terpadu (SLPTT), di mana untuk setiap 10 hektare tanaman, satu hektarenya untuk demplot.

    Tujuan pengembangan lahan tanaman palawija itu untuk mengembangkan tanaman tersebut di Kabupaten Aceh Utara. Sebagian dari bantuan pemerintah pusat tersebut sudah disalurkan dan sebagian lagi masih menunggu, karena pengadaan benih dilakukan oleh perusahaan rekanan di pusat.

    "Jadi, realisasi penyaluran benih kedelai baru mencapai 1.434 ton," ujarnya.

    Terkait turunnya produksi kedelai di Aceh Utara, Zulkifli menyebutkan, karena dulunya pengaruh harga gabah yang tinggi, sedangkan harga "kacang kuning" saat itu masih rendah.

    Kedelai banyak ditanam di areal persawahan setelah usai panen padi, tetapi karena harganya rendah, petani juga enggan menanam di lahan sawah.

    "Dulunya, usai panen padi langsung ditanami kedelai, namun karena harga gabah semakin tinggi, begitu panen, petani kembali menanam padi," ujar Zulkifli.

    Persoalan lain yang menjadi pemicu rendahnya produksi kedelai di Aceh Utara karena petani masih banyak yang memanen muda untuk dijual sebagai penganan.

    "Jumlah petani yang memanen kedelai pada usia muda diperkirakan mencapai 50 persen dari jumlah petani yang memanen kedelai pada usia tua (siap panen)," katanya.

    Oleh karena itu, kata dia, dengan adanya program SLPTT ini diharapkan minat petani untuk mengembangkan tanaman kedelai kembali meningkat.(antara)

    Akses berita terbaru versi mobile di: m.eksposnews.com
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!