Petani Sawit di Bengkulu Kesulitan Pupuk

Selasa, 3 Juli 2012 | 14:39:35
BENGKULU (EKSPOSnews): Sebagian besar petani kelapa sawit di Povinsi Bengkulu kesulitan membeli pupuk karena tingginya harga pupuk yang ada di pasaran, kata seorang petani kelapa sawit di wilayah Arau Bintang, Kabupaten Seluma, Yahyo, Selasa 3 Juli 2012.

Berbeda saat harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di atas Rp1.500 perkilogram, masih dapat mengimbangi harga pupuk dan pemeliharaan, katanya dan menambahkan bahwa harga TBS saat ini hanta sekitar Rp800 sampai Rp900.

Ia mengatakan, bagi petani mapan, harga buah sawit rendah tidak jadi masalah karena mereka sudah mempunyai stok, namun petani yang berpengahilan pas-pasan akan kesulitan.

Ke depan banyak sekali kebun sawit petani tidak terurus akibat kekurangan pupuk, sedangkan bila tidak dilakukan pemupukan tidak hanya berpengaruh pada buah, tapi mutu batangnya pun akan rusak bahkan bisa mati.

Tanaman kelapa sawit sangat tergantung dengan pupuk, baik pupuk buah, batang dan daun, bila tidak terpenuhi maka pohonnya akan mati atau tidak berbuah, ujarnya.

Biasanya harga sawit dekat dengan jalan raya akan lebih tinggi yaitu mencapai Rp1.000 perkilogram, namun saat ini sama saja dengan kondisi tanaman jauh dari jalan raya.

Harga di tingkat petani saat ini berkisar antara Rp850-Rp900 perkilogram, turun derastis dari sebelumnya mencapai Rp1.500 perkilogram.

"Bila harga sawit terus turun kami khawatir sebagian besar kebun rakyat akan terlantar dan tidak terurus akibat tingginya biaya pemeliharaan," katanya.

Ketua Gabungan Petani Sawit Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, Khairul Siregar, memminta semua pihak untuk mengewasi dampak turunnya harga buah sawit tersebut.

Untuk harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit pada tingkat petani saat ini berkisr Rp900-Rp1.000 perkilogram akan menyulitkan petani.

Harga sawit pada tingkat pabrik di Mukomuko saat ini tinggal Rp1.180 dari sebelumnya sebesar Rp1.350 perkilogram. Sementara harga crude palm oil (CPO) pasar lokal juga turun menjadi Rp7.000 dari sebelumnya Rp7.100 perkilogram, jumlah itu belum seimbang dengan harga tandan buah segar (TBS) diterima pabrik pengolahan kelapa sawit sebesar Rp1.000 perkilogram, ujarnya.(antara)

BERITA LAINNYA
Harga Itik Veking di Langkat Turun Terus
Senin, 24 November 2014 | 06:32:21
Pembalakan Liar Marak di Toba Samosir
Minggu, 23 November 2014 | 20:25:56
Mendag Perjuangkan Kenaikan Harga Karet Alam
Kamis, 20 November 2014 | 16:19:44
Pengangkutan Hasil Laut Terkendala Infrastruktur
Kamis, 20 November 2014 | 05:16:56
Korem Bhaskara Jaya Dukung Gerakan Pesisir Berseri
Rabu, 19 November 2014 | 16:16:47
Sulut Ekspor Tepung Kelapa ke Rusia
Rabu, 19 November 2014 | 11:29:54
Padang Panjang Jadi Pusat Sapi Perah
Senin, 17 November 2014 | 14:12:48
Wilmar Akan Bangun Pabrik Gula di NTT
Senin, 17 November 2014 | 14:11:30
Pedagang Pengecer di Manado Masih Jual Gula Rafinasi
Minggu, 16 November 2014 | 11:51:27
Impor Gula Rafinasi Harus Dikendalikan
Minggu, 16 November 2014 | 11:50:19
Harga Kopi Turun, Petani di Dairi Mengeluh
Minggu, 16 November 2014 | 03:21:22
Pemerintah Aceh Diminta Hentikan Alih Fungsi Lahan
Sabtu, 15 November 2014 | 17:59:04
BERIKAN KOMENTAR
Top