
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Badan Ketahanan Pangan Bengkulu Keluhkan Alihfungsi Lahan
BENGKULU (EKSPOSnews): Badan Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu mengeluhkan beberapa kabupaten di daerah ini yang mengalihfungsikan lahan pangan menjadi pertambangan dan perkebunan.
"Ada beberapa kabupaten yang tidak taat kesepakatan dewan ketahanan pangan dengan mengalihkan ladang pangan menjadi pertambangan dan perkebunan," kata Kepala BKP Provinsi Bengkulu Muslih di Bengkulu, Kamis 9 Februari 2012. Padahal menurut dia para bupati dan wali kota yang sekaligus ketua dewan ketahanan pangan di wilayah masing-masing telah menandatangani komitmen ketahanan pangan berisikan sembilan poin termasuk mempertahankan lahan pangan. "Atas kondisi itu BKP kecewa karena isu ketahanan pangan telah menjadi ancaman bersama penduduk bumi, tidak hanya Bengkulu dan Indonesia,"ujarnya. Bengkulu tidak memiliki data terbaru mengenai kawasan lahan pangan yang dialihfungsikan untuk keperluan lain. Namun dipastikan luas areal persawahan mengalami penyusutan sebesar 20 persen setiap tahun yang terjadi sejak enam tahun lalu. "Pada 2011 sawah tinggal 106 ribu hektare dibanding 2010 seluas 115 ribu hektare. Artinya, ada penyusutan seluas 9.000 hektare, kurang lebih menyusut 20 persen," katanya. Ia mengatakan, angka 20 persen penyusutan luasan sawah di Bengkulu sama dengan penyusutan sawah secara nasional. Ia menyarankan instansi terkait dapat memanfaatkan foto satelit untuk mengetahui sebaran lahan persawahan dan perkebunan pangan di Bengkulu sehingga dapat diperbarui setiap waktu. Selanjutnya program intensifikasi lahan pertanian, khususnya sawah, harus segera ditingkatkan dengan pemberian bibit, dan pupuk secara gratis untuk menghindari alih fungsi lahan sawah sebagai basis ketahanan pangan daerah. Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bengkulu Saryono mengatakan selama 2011 penyusutan lahan pertanian di daerah ini mencapai 119 hektare. "Kami terus berupaya memberi penyuluhan dan bantuan agar alih fungsi lahan pertanian menjadi permukiman maupun perkebunan tidak dilakukan, sebab penyusutan lahan pertanian di daerah ini sudah mencapai 119 hektare," katanya. Ia mengatakan, penyusutan lahan pertanian tersebut terdapat di lima lokasi yakni Betungan, Kampung Melayu, Pematang Gubernur, Dusun Besar dan Ratu Agung Kota Bengkulu.(antara)
BERITA TERKAIT:
|