Kamis, 24 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Goreng Ubi di Depan BPN Sumut
    Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Ternak di Bengkulu Terserang Cacing Pita
    BENGKULU (EKSPOSnews): Ternak sapi milik warga Kelurahan Padang Serai, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu selama musim penghujan terjangkit penyakit cacing pita.

    "Ternak sapi kami akhir-akhir ini terjangkit berbagai jenis penyakit, sehingga tubuhnya kurus meskipun makan tetap seperti biasa," kata Ketua Kelompok Peternak Sapi Mekar Sari di Kelurahan Padang Serai Kota Bengkulu Nyamadi di Bengkulu, Sabtu 4 Februari 2012.

    Ia menjelaskan, penyakit sering menyerang ternak sapi di Kelurahan Padang Serai itu, antara lain cacing pita dengan ciri-ciri sapi kondisi tubuhnya terus menurun (kurus), bola mata berair dan mencret.

    "Penyakit cacing pita menyerang anak sapi dan sapi yang tidak dikandangkan atau dibiarkan berkeliaran mencari makanan di tempat yang kotor," katanya.

    Ternak sapi bisa dicegah terjangkit penyakit cacing pita dengan cara memberikan obat cacing secara rutin setiap tiga bulan atau enam bulan sekali. Selain itu para peternak harus menjaga kebersihan kandang sapi.

    "Sapi di daerah kami juga sering terserang penyakit demam dengan gejala badan panas, tidak mau makan, hidung kering dan badan gemetar," katanya.

    Penyakit demam menyerang sapi itu, diduga sering terjadi saat perubahan cuaca secara mendadak seperti suhu sangat panas lalu berubah tiba-tiba turun hujan lebat, untuk mengatasinya dengan cara menyuntikkan obat penurun panas.

    "Penyakit lain yang juga sering menyerang sapi adalah perut kembung yang ditandai dengan perut membesar dan sapi tidak memiliki selera makan," katanya.

    Adapun cara mengatasi penyakit perut kembung dengan cara memasukkan obat ke tubuh sapi agar semua kotoran dalam perutnya keluar.

    "Kami berusaha mengatasi penyakit menyerang sapi sesuai dengan kemampuan, namun bila tak sanggup lagi baru meminta pertolongan dokter hewan," tuturnya.

    Petugas dari Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Toni mengatakan, berbagai penyakit menyerang ternak sapi itu akibat pengaruh cuaca ekstrim, di samping pangan sapi berasal dari rumput liar diduga tercemar racun rumput.

    Populasi sapi di Kelurahan Padang serai saat ini berjumlah 515 ekor dengan jumlah peternak 107 orang, bibit sapi tersebut sebagian besar dari pengembangan bantuan sapi sosial beberapa tahun lalu.(antara)


    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!