Kamis, 24 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Goreng Ubi di Depan BPN Sumut
    Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Ekspor Kopi Lampung Turun
    BANDARLAMPUNG (EKSPOSnews): Ekspor biji kopi Lampung selama Januari 2012 sebanyak 6.306 ton dengan nilai 13,203 juta dolar AS, turun bila dibanding Desember 2011 senilai 17,979 juta dolar dengan volume 8.511 ton.

    Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung Ardhy Wijaya mengatakan di Bandarlampung Sabtu, 4 Februari 2012 ekspor biji kopi Lampung itu ditujukan ke-12 negara terutama di kawasan Eropa dan Asia.

    Ke-12 negara itu yakni Armenia, Belgia, Bulgaria, Mesir, Georgia, Hongkong, Italia, Jepang, Malaysia, Maroko, Singapura dan Inggris.

    Jepang pada periode itu lanjutnya, merupakan negara terbesar ekspor biji kopi Lampung senilai 3,743 juta dolar dengan volume 1.678 ton.

    Perolehan terbesar devisa bagi Lampung selanjutnya yakni Malaysia senilai 2,224 juta dolar dengan volume ekspor biji kopi sebanyak 1.110 ton.

    Kemudian disusul Mesir senilai 2,362 juta dolar dengan berat 1.089 ton lebih.

    Sementara kata dia, pada Oktober 2011 nilai ekspor biji kopi robusta daerah itu sebesar 15,595 juta dolar AS dengan volume 7.226 ton lebih.

    Pada 2011 nilai ekspor biji kopi robusta Lampung sebesar 396,981 juta dolar AS dengan volume 195.605 ton lebih.

    Disisi lain, poduksi biji kopi Lampung pada 2011 anjlok hingga turun sekitar 40 hingga 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya akibat kemarau yang terjadi sejak 2009 hingga tahun 2010.

    "Tahun lalu, produksi biji kopi bisa mencapai 2,7 ton per hektare, tapi sekarang hanya 1,2 ton per hektare," kata Sunyoto, petani kopi di Waytenong, Lampung Barat.

    Ia menyebutkan, faktor utama rendahnya produksi kopi akibat cuaca ekstrem yang terjadi sejak tahun 2009 hingga 2010 berupa kemarau panjang sehingga berpengaruh terhadap tanaman kopi.

    Selain itu, banyak tanaman kopi yang kering dan mati terserang virus ganas berupa jamur yang menyerang daun hingga batang pohon.

    "Jamur itu selain menyebabkan daun kuning dan kering, juga menyerang batang pohon dan ranting mulai dari atas hingga ke bawah," lanjutnya.

    Cuaca ekstrem yang terjadi sejak dua tahun lalu lanjutnya, juga menimbulkan dampak negatif terhadap pertumbuhan tanaman kopi, sebab dampak dari cuaca tersebut bunga kopi mengalami pembusukan juga tanaman rentan terhadap serangan hama.

    Lampung Barat menjadi salah satu daerah penghasil kopi terbesar di Lampung, dan sebagian besar masyarakat di daerah itu mengembangkan komoditas tersebut sebagai mata pencaharian utamanya.

    Sementara luas areal kopi di Lampung mencapai 163.837 hektare dengan produksi kopi mencapai sekitar 140 ribu ton/tahun.(antara)

    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!