
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
EKspor Kakao Lampung Meningkat
BANDARLAMPUNG (EKSPOSnews): Ekspor kakao Lampung Januari 2012 sebanyak 2.514 ton dengan nilai 6,074 juta dolar AS atau naik bila dibandingkan Desember 2011 sebanyak 1.725 ton senilai 4,415 juta dolar.
Negara tujuan ekspor kakao Lampung itu yakni India dan Malaysia, kata Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, Ardhy Wijaya di Bandarlampung, Jumat 3 Februari 2012. Ia menyebutkan, pada periode itu, volume maupun nilai ekspor kakao Lampung ke India cukup besar seberat 2.311 ton senilai 5,616 juta dolar. Sementara ke Malaysia volume ekspornya hanya 203,20 ton dengan nilai 457.510 dolar. Kakao merupakan komoditas unggulan Lampung disamping hasil perkebunan lainnya seperti kopi, sawit dan lada. Komoditas kakao merupakan salah satu penyumbang devisa cukup besar bagi Lampung, katanya. Sementara itu, naiknya ekspor kakao itu tidak diimbangi dengan meningkatnya harga jual di tingkat petani di daerah itu. Sejak beberapa bulan terakhir harga kakao terus mengalami penurunan sehingga cukup merugikan petani. Harga kakao di Lampung pada pekan pertama Februari 2012 bertahan rendah karena mutu komoditas itu juga masih rendah lantaran kadar airnya cukup tinggi. "Kualitas yang masih rendah membuat harga jualnya di pasaran turun," kata Adi, salah satu agen komoditas unggulan itu di Bandarlampung. Ia mengatakan, akibat kualitas yang rendah membuat harga beli dari petani hanya Rp13.000/kg, sedangkan pada pekan lalu harganya Rp13.500/kg. Akibat rendahnya kualitas komoditas itu, banyak pengekspor yang enggan membelinya dalam volume banyak. Banyak petani kakao yang melakukan panen lebih awal, karena ditakutkan jika terlalu lama di pohon kualitasnya akan buruk dan dimakan hama, katanya. Untuk masa panen raya, Adi mengatakan, diperkirakan akan tiba pada awal Maret. Kakao dipasok dari Kabupaten Lampung Selatan, Pesawaran dan Lampung Timur. Sementara itu, salah seorang petanai asal Padang Cermin Kabupaten Pesawaran Toto, mengatakan hujan yang terus mengguyur daerah ini membuat para petani sulit menjemur hasil panennya sehingga kadar airnya tinggi. "Terkadang para petani harus menjual kakao yang masih terlihat muda untuk menyambung hidup dan menutupi kerugian," katanya.(antara)
BERITA TERKAIT:
|