
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Daya Beli Petani Bengkulu Turun
BENGKULU (EKSPOSnews): Para petani di Provinsi Bengkulu mengalami penurunan daya beli akibat turunnya harga sejumlah hasil pertanian di daerah itu.
"Pada awal tahun yakni bulan Januari 2012, nilai tukar petani Bengkulu turun 0,40 persen sehingga terjadi kemunduran ekonomi bagi keluarga petani," kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu Djoko Santoso di Bengkulu, Jumat 3 Februari 2012. Ia mengatakan Nilai Tukar Petani (NTP) Bengkulu pada Januari 2012 sebesar 102,88 atau turun sebesar 0,40 persen bila dibandingkan dengan NTP pada Desember 2011 yang tercatat sebesar 103,29. Hal ini kata dia disebabkan kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian yang diterima petani lebih rendah dari kenaikan indeks yang dibayar petani atau barang dan jasa baik yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian. "NTP ini menjadi salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di pedesaan. Jadi semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat daya beli petani," katanya menerangkan. Ia menjelaskan, NPT untuk subsektor hortikultura menurun sebesar 1,93 persen, karena terjadi penurunan pada indeks yang diterima petani sebesar 1,43 persen diiringi naiknya indeks yang dibayar petani sebesar 0,51 persen. Subsektor perkebunan rakyat juga mengalami penurunan sebesar 1,80 persen karena penurunan indeks yang diterima petani sebesar 1,29 persen. Penurunan NTP juga terjadi pada subsektor peternakan yang menurun sebesar 0,53 persen akibat turunnya indeks yang diterima petani sebesar 0,12 persen, diiringi naiknya indeks yang dibayar petani sebesar 0,41 persen. Sedangkan subsektor padi dan palawija mengalami kenaikan sebesar 1,13 persen yang disebabkan naiknya indeks yang diterima petani sebesar 1,73 persen. "Subsektor perikanan juga naik sebesar 0,05 persen karena naiknya indeks yang diterima petani sebesar 0,48 persen," ujarnya. Djoko mengatakan pada Januari 2012 terjadi deflasi di perdesaan sebesar 0,64 persen karena kenaikan indeks harga bahan makanan sebesar 1,12 persen, makanan jadi sebesar 0,63 persen, sandang 0,39 persen, kesehatan 0,59 persen. Pendidikan, rekreasi dan olah raga naik sebesar 0,39 persen dan transportasi serta komunikasi naik sebesar 0,11 persen. Sedangkan kelompok perumahan mengalami penurunan indeks sebesar 0,07 persen.(antara)
BERITA TERKAIT:
|