Kamis, 24 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Goreng Ubi di Depan BPN Sumut
    Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Harga CPO Meningkat
    MEDAN (EKSPOSnews): Harga ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) diperkirakan bertahan tinggi di atas 1.000 dolar Amerika Serikat per metrik ton karena produksi masih tetap rendah hingga Februari ditengah permintaan yang menguat.

    "Produksi TBS dan diikuti CPO Januari - Februari lebih rendah dari November-Desember, sementara meski tidak terlalu menguat akibat dampak krisis, permintaan naik dan mendorong bertahannya harga," kata Wakil Ketua I Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) Derom Bangun, di Medan, Selasa 31 Januari 2012.

    Prediksi harga menguat semakin diyakini karena produksi kedelai di Brazil dan Argentina turun akibat terjadi kekeringan di kawasan Amerika Selatan.

    Harga ekspor CPO untuk pengapalan Februari, Maret dan April sebesar 1.057,50 dolar AS per metrik ton, dan harga di lokal Rp8.360 per kg.

    Harga bisa naik lagi hingga mencapai 1.200 dolar AS per metrik ton kalau Eropa bisa mengatasi krisis utangnya yang berarti dapat memulihkan keuangan di negara itu dan negara lainnya.

    Eropa sendiri masih termasuk negara tujuan ekspor CPO terbesar dunia, setelah ke India dan China, kata Derom.

    "Eksportir nasional diharapkan bisa memanfaatkan menguatnya harga dan permintaan, apalagi impor CPO India dan China tahun ini juga disebutkan meningkat dari 2011," katanya.

    Permintaan India pada tahun ini diperkirakan sebanyak 7,1 juta ton atau naik dari 2011 yang sebesar 6,750 juta ton.

    Sementara impor CPO China pada 2012 sebesar 6,650 juta ton dari 5,950 juta ton pada 2011 dan disusul Uni Eropa dari 5,1 juta ton pada 2011 menjadi 5,6 juta ton pada 2012.

    "Tiga negara itu memang masih menjadi pasar terbesar CPO dunia khususnya Indonesia, meski sejumlah pengusaha juga sudah mulai memperluas pangsa pasarnya ke negara lain seperti Timur Tengah," katanya.

    Produksi CPO Indonesia sendiri pada 2012 sebesar 25,9 juta ton atau naik dari 2011 yang masih 24,1 juta ton.

    Meski harga menguat, tetapi harga rata-rata CPO tahun 2012 diperkirakan 1.050 dolar AS per ton atau sedikit di bawah harga 2011 yang di kisaran 1.100 dolar AS per ton.

    Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apaksindo) Anizar Simanjuntak mengaku harga jual tandan buah segar atau TBS masih bertahan bagus hingga akhir Januari ini.

    "Apkasindo berharap, pemerintah bisa membantu kenaikan volume dan harga ekspor CPO yang otomatis menaikkan harga beli TBS petani,"katanya.

    Dia menegaskan, dewasa ini, produski TBS di dalam negeri rendah kerena musim kering.

    Selain mendorong peningkatan volume dan harga ekspor, pemerintah diharapkan segera merevisi Peraturan Menteri Pertanian Nomor 17 tahun 2010 tentang Pedoman Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun.

    Menurut dia, hingga saat ini TBS petani dengan berbagai jenis mutu tetap dikenakan pemotongan harga hingga lima persen, sementara petani itu tidak pernah mendapat insentif sebesar empat persen jika mutunya bagus seperti yang diatur dalam Permentan Nomor 17 tahun 2010 itu.(antara)

    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!