
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Luas Sawah di Bukittinggi Menyusut
BUKITTINGGI (EKSPOSnews): Luas areal persawahan di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat mengalami penyusutan sebanyak 10 persen dari total luas 400 hektare karena banyaknya lahan produktif itu beralih menjadi kawasan perumahan.
"Areal persawahan yang banyak beralih menjadi kawasan perumahan terdapat di daerah Garegeh, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan dan Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kota Bukittinggi, Ansil Syarkawi, Sabtu 21 Januari 2012. Dia mengatakan, berkurangnya 10 persen areal persawahan dari total seluas 400 hektare lahan produktif disebabkan meningkatnya kebutuhan warga kota terhadap rumah tempat tinggal. Berkurangnya areal persawahan di Kota Bukittinggi terjadi secara bertahap. Pada tahun 1992 lalu areal persawahan dimiliki kota ini seluas 571 hektare. Seiring kemajuan zaman, dari 571 hektare luas areal persawahan menjadi 400 hektare karena dampak pembangunan Jalan By Pass dan jalan lingkung. Sekarang, katanya, total 400 hektare areal persawahan yang tinggal kembali mengalami penyusutan sebesar 10 persen, karena banyaknya perumahan dibangun di areal persawahan. Menurut dia, meski berkurangnya luas areal persawahan, namun tidak akan mempengaruhi tingkat kebutuhan warga akan pangan seperti beras dan sayur-mayur. "Warga Bukittinggi tidak akan kekurangan pangan karena pasokan pangan banyak yang masuk ke Bukittinggi, apalagi Bukittinggi merupakan pusat perdagangan," kata dia. Terkait Bukittinggi memiliki lahan persawahan yang kurang dari 400 hakatare, dengan perairan lebih dari irigasi sederhana daerah ini tidak membelakukan musim tanam serentak. "Musim tanam padi di Kota Bukittinggi bervariasi dan tidak pernah serentak, karena mamang kondisi daerah Kota Bukittinggi tidak kekurangan air untuk mengairi sawah petani," katanya. (antara)
BERITA TERKAIT:
|