Lahan Tidur Humbahas Disulap Jadi Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 14 Desember 2011 | 21:50:04
Gamaliel
Menanam : Kepala Dinas Pertanian Ir Kaminton Hutasoit (gambar sebelah kiri yang sedang menggulungkan celana) turun ke lahan pertanian milik salah satu para kelompok tani sedang melakukan penanaman ubi jalar di lahan di areal 25 ha yang yang tidak pernah difungsikan
DOLOKSANGGUL (EKSPOSnews): Penyuluhan pertanian yang secara terus menerus dilakukan oleh, dinas pertanian humbahas kepada para kelompok tani (Koptan) di daerahnya akhirnya membuahkan hasil. Pasalnya, di areal 25 hektare (Ha)  lahan tidur (tidak diusahai masyarakat) yang terletak di Dusun Lumban Luhut Desa Siboroboron Kecamatan Sijamapolang akhirnya difungsikan untuk membudidayakan Ubi jalar oleh Koptan Gabei.

Doharman Manullang Ketua Koptan Gabei, Rabu 14 Desember 2011 mengatakan di sela-sela penanaman ubi jalar, faktor pendorong koptannya menanam ubi jalar adalah karena terbukanya peluang pasar yang siap menampung ubi jalar. Selain itu, pihaknya juga menyampaikan bahwa budidaya ubi jalar adalah pekerjaan yang tidak rumit.

“Sebanyak 60 kepala keluarga (KK)  anggota Koptan Gabei telah setuju untuk membudidayakan ubi jalar. Alasannya, saat ini, peluang pasar terbuka untuk menampung ubi jalar. Selain itu perawatan ubi jalar tidak terlalu rumit seperti tanaman plawija lainnya,”ungkapnya.

Lebih lanjut diungkapkannya, target untuk menanam ubi jalar di areal 25 ha dari lahan tidur yang diolah menjadi lahan pertanian. Dan jika hasil penanaman ubi jalar ini berhasil, kemungkinan besar akan ada lagi memperluas areal penanaman ubi jalar untuk selanjutnya, katanya sembari mengaharapkan agar pemerintah setempat segera membenahi jalan usaha tani (JUT) khususnya di sentra-sentra pertanian Dusun Lumban Luhut.

Kadis Pertanian Humbahas, Ir Kaminton Hutasoit didampingi Penyuluh Pertanian Annet Hia, SP mengatakan, bahwa ubi jalar memiliki peranan yang besar dalam pembangunan pertanian sehingga prospeknya sangat cerah apabila dikelola dan dikembangkan dengan pola agribisnis.

Terkait hal pemasaran, Kaminton mengakui, ada salah satu anggota kelompok tani nelayan andalan (KTNA) Humbahas, KT Sianturi yang siap menampung seluruh ubi jalar dari Humbahas. “Seluruh hasil panen ubi jalar nanti akan ditampung oleh KT Sianturi yang juga salah satu anggota KTNA Humbahas. Sebelumnya, hal itu sudah kita kordinasikan dan harganya nanti akan disesuaikan dengan harga pasar,” katanya.

Kaminton mengungkapkan, di negara-negara yang sudah maju ternyata ubi jalar dipergunakan sebagai bahan baku dalam kegiatan aneka industri seperti industri fermentasi, industri tekstil, industri lem, industri kosmetika, industri farmasi, industri makanan dan pembuatan sirup.  Namun, untuk saat-saat ini ubi jalar yang diminta banyak oleh negara tetangga belum dapat dipenuhi dikarenakan produktifitas masih rendah.

Kaminton mengakui lagi, adapun negara pengimport ubi jalar dari Indonesia adalah Singapura, Belanda, Amerika Serikat, Jepang dan Malaysia. Disamping permintaan itu, ubi jalar dalam negeripun tidak kalah besarnya dan semakin meningkat. Didalam negeri ubi jalar sudah sangat dikenal oleh masyarakat bahkan ubi jalar masih dipergunakan sebagai makanan pokok.(gs)

BERITA LAINNYA
Mendag Perjuangkan Kenaikan Harga Karet Alam
Kamis, 20 November 2014 | 16:19:44
Pengangkutan Hasil Laut Terkendala Infrastruktur
Kamis, 20 November 2014 | 05:16:56
Korem Bhaskara Jaya Dukung Gerakan Pesisir Berseri
Rabu, 19 November 2014 | 16:16:47
Sulut Ekspor Tepung Kelapa ke Rusia
Rabu, 19 November 2014 | 11:29:54
Padang Panjang Jadi Pusat Sapi Perah
Senin, 17 November 2014 | 14:12:48
Wilmar Akan Bangun Pabrik Gula di NTT
Senin, 17 November 2014 | 14:11:30
Pedagang Pengecer di Manado Masih Jual Gula Rafinasi
Minggu, 16 November 2014 | 11:51:27
Impor Gula Rafinasi Harus Dikendalikan
Minggu, 16 November 2014 | 11:50:19
Harga Kopi Turun, Petani di Dairi Mengeluh
Minggu, 16 November 2014 | 03:21:22
Pemerintah Aceh Diminta Hentikan Alih Fungsi Lahan
Sabtu, 15 November 2014 | 17:59:04
Garam Tak Beryodium Beredar di Bengkulu
Kamis, 13 November 2014 | 10:04:05
Pala Manado Ekspor Potensial ke Belanda
Rabu, 12 November 2014 | 11:48:15
BERIKAN KOMENTAR
Top