Kamis, 24 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Goreng Ubi di Depan BPN Sumut
    Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Permintaan CPO di Pasar Lokal Melonjak
    MEDAN (EKSPOSnews): Permintaan minyak sawit mentah atau crude palm oil di pasar lokal terus meningkat menyusul bertahan menguatnya harga ekspor atau masih di atas seribuan dolar AS per metrik ton.

    "Minat yang tinggi atas CPO itu terlihat dari terus terjualnya CPO di tender KPB (Kantor Pemasaran Bersama) PT.Perkebunan Nusantara.CPO yang ditawarkan sebesar Rp8.179 per kg terjual habis di tender tanggal 28 November 2011," kata Bendahara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumut, Laksamana Adiyaksa, di Medan, Kamis 1 Desember 2011.

    Pada tender 28 November lalu, harga ekspor CPO untuk pengapalan Desember ditutup sebesar 1.045 dolar AS dan 1.045 dolar AS per metrik ton Januari 2012.

    Harga CPO dewasa ini yang sebesar Rp8.179 per kg itu naik lumayan besar dari harga pada 1 November yang masih Rp7.761 per kg dimana harga ekspor juga lebih rendah atau 1.015 dolar AS per metrik ton untuk pengapalan Desember.

    "Meksi harga tender naik, peminat cukup banyak.Semua CPO yang ditenderkan di KPB terus terjual," katanya.

    Meski belum pulih benar, harga jual CPO di lokal sebesar Rp8.179 per kg dan ekspor 1.045 dolar AS per metrik ton itu menggembirakan.

    Awalnya pengusaha khawatir harga tertekan lagi karena krisis ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa masih berlangsung, katanya.

    Harga yang menguat itu diduga karena meningkatnya kebutuhan dari pabrikan untuk keperluan stok akhir tahun.

    Biasanya libur akhir tahun berlangsung lama sehingga pabrikan harus memperkuat stok produksinya.

    Harga CPO juga sangat dipengaruhi dengan harga jual minyak nabati lainnya seperti kedelai dan minyak matahari termasuk harga minyak bumi.

    Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Suharno, mengatakan, nilai ekspor lemak dan minyak hewan/nabati Sumut hingga September naik signifikan atau 37,39 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

    Tahun ini devisa Sumut dari golongan barang tersebut mencapai 3,507 miliar dolar AS dari tahun lalu yang masih 2,552 miliar dolar AS, Ekspor golongan barang itu terbesar ke China, India dan termasuk Amerika Serikat dan Eropa.

    Ekspor lemak, minyak hewan/nabati itu merupakan terbesar dalam penerimaan devisa Sumut yang hingga triwulan III sudah 8,961 miliar dolar AS.

    Meski harga ekspor CPO cenderung tertekan dalam beberapa bulan terakhir, tetapi devisa dari golongan barang itu sudah cukup tinggi karena harga jual sebelumnya cukup bagus. (antara)

    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!