Kamis, 24 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Goreng Ubi di Depan BPN Sumut
    Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Jagung Menjadi Andalan Petani Tobasa
    BALIGE(EKSPOSnews): Budidaya tanaman jagung menjadi andalan bagi sebagian besar petani di Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, karena harga komoditas tersebut tergolong stabil dan produktivitasnya cukup tinggi didukung ketersediaan lahan yang memadai di wilayah itu.

    "Komoditas jagung merupakan andalan kedua setelah padi," kata Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Tobasa, Sahat Manullang, di Balige, Kamis, 24 November 2011.

    Ia mengatakan, saat ini, luas tanaman jagung di kabupaten tersebut hampir sekitar 7.000 hektare, sehingga sangat berpeluang untuk meningkatkan pendapatan petani melalui pemanfaatan potensi lahan kering atau perladangan di daerah itu.

    Sementara untuk komoditas padi, luas tanamannya mencapai hampir sekitar 20.000 hektare.

    Menurut dia, menanam jagung jauh lebih mudah dibanding bertanam komoditas lain dan tanaman tersebut relatif tahan terhadap minimnya curah hujan saat kemarau.

    Sehingga, kata dia, dalam cuaca sekering apapun tanaman jagung tetap bisa tumbuh dengan baik tanpa berpengaruh besarterhadap hasil produksi serta tidak memerlukan perawatan yang terlalu besar.

    "Peluang dan pengembangan jagung sangat menjanjikan di daerah tersebut, karena agroklimat dan ketersediaan lahan cukup mendukung bagi pertumbuhan komoditas pertanian bernilai ekonomis cukup tinggi itu," katanya.

    Untuk itu, lanjutnya, pihaknya tetap memprogramkan pemberian bantuan benih jagung kepada petani. Varietas yang dibagikan, di antaranya, Nusantara, SHS, BC 816 dan sejumlah bibit dari jenis lainnya.

    Salah seorang petani jagung asal Kecamatan Balige, Simanjuntak mengaku harga jagung pipilan kering saat ini berkisar Rp2.600 per kilogram, sehingga semakin menambah gairah petani membudidayakan komoditas tersebut.

    Ia mengatakan, petani daerah tersebut banyak yang mengandalkan pertanian jagung di samping tanaman padi.

    "Tanaman jagung merupakan andalan kedua setelah padi yang ditanam petani di daerah setempat," katanya.

    Sebab, jelasnya, dari satu hektare lahan produksinya bisa mencapai hampir lima ton, maka dengan harga Rp2.600 per kilogram, petani mampu menjualnya dengan harga sebesar Rp13 juta dalam waktu hanya tiga bulan.

    Data yang diperoleh dari Dinas Pertanian Tobasa, produksi jagung Sumut tahun ini turun 137.190 ton dari tahun lalu akibat luas areal panen yang menurun sebesar 31.052 hektare atau tinggal 243.770 hektare dari tahun 2010 yang mencapai 274.822 hektare.(antara)

    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!