Kamis, 24 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Goreng Ubi di Depan BPN Sumut
    Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Kualitas Kopra Lampung Selatan Turun
    KALIANDA (EKSPOSnews): Kualitas dari komoditas kopra di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung dalam beberapa 

    pekan terakhir ini dinilai menurun, sehingga membuat harganya terus merosot dalam sepekan terakhir.

    "Harga kopra anjlok dari Rp5.500 menjadi Rp3.500 per kilogram dan pekan ini turun lagi Rp3.000 per kilogram," kata 

    perajin kopra di Desa Tanjungan Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, Sabtu 29 Oktober 2011.

    Ia mengatakan, selama dua pekan ini penjemuran kopra terus terkendala dengan cuaca yang selalu berawan dan hujan 

    karena dalam pergantian musim kemarau ke penghujan.

    "Selama empat hari ini tidak ada sinar matahari dan selalu diselimuti mendung membuat perajin kopra sama sekali 

    tidak dapat menjemur," katanya.

    Dengan kondisi ini, katanya perajin kopra tidak dapat mengeringkan kopra secama optimal yang menyebabkan harganya 

    turun karena kadar air masih tinggi.

    "Pendapatan petani saat ini turun signifikan akibat harga kopra merosot," ujar dia.

    Perajin kopra di Desa Karangpucung Kecamatan Way Sulan, Sanusi mengaku, juga mengeluhkan anjloknya harga kopra 

    saat produksi menurun dampak dari musim kemarau yang membuat buah kelapa berkurang.

    "Harga kopra turun dari Rp5.500 menjadi Rp3.500 per kilogram sejak dua pekan ini karena menurut pengumpul 

    kualitasnya kurang baik," ujarnya.

    Penurunan ini, membuat pengusaha kopra semakian terpuruk saat kopra langka seharusnya naik, namun saat ini justru 

    turun drastis.

    Harga kelapa masih cenderung bertahan pada kisaran Rp2.000 per gandeng sehingga tidak sebanding antara pembelian 

    kelapa dengan penjualan kopra kering tersebut.

    "Pendapatan perajin kopra turun hingga separuh lebih akibat penurunan kualitas dan penurunan produksi kelapa ini," 

    katanya.

    Ia menambahkan, produksi kopra akan meningkat, jika tanaman kelapa pulih setelah musim penghujan nanti yang 

    membuat tanaman kelapa kembali produktif untuk bahan baku komoditas unggulan itu. (antara)

    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!