
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Batu Karang Pulau Berhala Mengandung Timah
JAMBI (EKSPOSnews): Tim eskplorasi Pulau Berhala-Berbak yang melakukan lawatan dan survei selama tiga hari mengungkapkan telah mendapati batu-batu karang dan tanah di pulau tersebut mengandung unsur bijih timah. "Dalam survey yang kita lakukan kita juga menemukan terdapatnya kandungan timah di bebatuan karang di sepanjang pantai khususnya sebelah barat Pulau Berhala yang jarang dijamah manusia, tapi kita menganggap hal itu bukan sesuatu yang bisa digembar-gemborkan sebagai potensi tambang baru," kata Kabid Pariwisata Tanjabtim Bambang Erianto, di Sabak, Minggu 23 Oktober 2011. Lebih lanjut dia mengatakan tim eksplorasi yang terdiri pemkab dan swasta serta wartawan tersebut seperti dari berbagai instansi terkait seperti dinas pemuda olahraga kebudayaan dan pariwisata, dinas perhubungan, dinas pekerjaan umum, TN Berbak, perwakilan BP3 Jambi, Asita dan HPI Jambi, Pala dan aktivis lingkungan, fotografer, serta LKBN Antara. Menurut Bambang, sebagai bentuk temuan yang mungkin sebelum ini tidak diketahui publik kecuali oleh sebagian kecil penduduk penghuni pulau setempat hal tersebut tetap akan dilaporkan ke bupati, namun pihaknya tetap berharap hal itu tidak justeru memicu adanya eksplorasi yang mengarah pernrusakan lingkungan seperti yang sering dilakukan pihak pertambangan. "Kita tidak tahu seberapa besar kandungan timahnya, yang jelas ada, dan tentu saja bukan kemampuan kita di kepariwisataan untuk mendeteksi hal tersebut, tapi kita tetap akan melaporkan hal tersebut sebagai laporan resmi kepada bupati yang segera kita susun," katanya. Sementara, warga setempat seperti yang diungkapkan Edi Junaedi selaku Kepala Dusun Pulau Berhala, keberadaan timah di batu-batu karang yang tersebar di bagian pantai-pantai sisi sebelah barat pulau tersebut memang sudah diketahuinya sedari dulu. "Sudah lama kita tahu itu timah, tapi tidak semua penduduk pulau ini yang mengetahui, karena memang pantai di sisi sebelah barat pulau tersebut memang paling jarang dikunjungi warga karena tebingnya yang curam serta hutan yang lebat yang menimbulkan kesan angker," terangnya. Lebih jauh dia mengakui, sejauh ini memang tidak pernah mendapati ada pihak yang secara khusus datang untuk meneliti keberadaan kandungan bijih timah tersebut, khususnya dari Jambi. "Kalau dari Kepri dan Riau kita tidak begitu mengetahuinya karena masyarakat dari Kepri umumnya berada di sisi sebelah utara, kalau mau ke barat mereka bisa langsung memutar, tak mungkin ke arah timur terlebih dahulu dimana kita tinggal," katanya. (antara)
BERITA TERKAIT:
|