
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Gapki Dorong Program Revitalisasi Perkebunan Sawit
MEDAN (EKSPOSnews): Program revitalisasi perkebunan sawit petani harus dilanjutkan dan bahkan ditingkatkan untuk mempercepat peraihan target produksi minyak sawit mentah nasonal tahun 2020 yang sebesar 40 juta metrik ton.
"Target produksi CPO sebanyak 40 juta metrik ton itu naik 100 persen dari tahun ini yang masih 20 jutaan metrik ton.Untuk mencapai produksi itu memerlukan penambahan areal dan produktivitas tanaman dan harus didukung dari pengembangan sawit petani," kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joefly Bachroeny di Medan, Sabtu 25 September 2010. Menurut dia, kebun sawit di Indonesia yang seluas tujuh jutaan hektare dewasa ini sebagian besar merupakan milik petani. Kalau petani sawit bisa meningkatkan produktivitas tanaman sawitnya, maka tentu saja target produksi sebesar 40 juta ton itu di tahun 2010 bisa dengan mudah bahkan lebih cepat dicapai. "Program revitalisasi itu harus dilaksanakan serius dan harus dilanjutkan.Pemerintah dinilai perlu mengevaluasi kebijakan itu sehingga hambatan dalam menjalankan program tersebut selama ini dihapuskan," katanya. Dia mengakui, adanya keluhan tentang kesulitan petani dalam memenuhi persyaratan masuk dalam program itu yakni keharusan memiliki surat kepemilikan lahan yang jelas alias berstatus hak milik. Atau ketidakadaan dana petani untuk mengurus surat tanah itu ke Badan Pertanahan Nasional (BPN). Sekjen Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Asmar Arsjad mengakui, petani sawit belum maksimal memanfaatkan revitalisasi itu. Meski sektor sawit mendominasi program kredit revitalisasi perkebunan yang diluncurkan sejak 2007, tetapi realisasinya tetap dinilai kecil atau jauh dari yang diharapkan. Petani masih banyak dibebani dengan persyaratan yang sulit dipenuhi. Dia memberi contoh, perbankan masih tetap minta surat agunan tanah yang tidak dimiliki petani. Program revitalisasi dengan kemudahan yakni adanya subsidi bunga kredit itu sendiri direncanakan berakhir 2010 atau 2014, tergantung sudah tersalur atau tidaknya target dana revitalisasi tersebut. (an)
BERITA TERKAIT:
|