UKIP Sorong Akan Guguat Dirjen Bimas Kristen Protestan Kemenag

Rabu, 5 Juni 2013 | 22:46:00
Berita Terkait:
JAKARTA (EKSPOSnews): Anggota DPR asal Papua Yorris Raweyai menegaskan Universitas Kristen Papua (UKIP) Sorong, Papua Barat, akan menggugat Kementerian Agama c.q Dirjen Bimas Kristen atas dugaan keterlibatan dalam pembajakan 20 mahasisnya oleh STT Kingdom Bali.

"Kami memang akan gugat Kementerian Agama c.q Dirjen Bimas Kristen terkait pembajakan 20 mahasiswa Universitas Kristen (UKIP) Sorong, Papua Barat, oleh STT Kingdom Bali karena ini menyangkut moral bangsa," kata anggota DPR Yorris Raweyai dalam keterangan pers di ruang wartawan DPR di Senayan, Jakarta, Rabu 6 Juni 2013.

Dalam keterangan pers tersebut Yorris Raweyai didampingi Wakil Rektor I UKIP Johannes Don Bosco, Wakil Rektor III UKIP F Hendrik Ronsumbre.

J Don Bosco sebelumnya menjelaskan kronologi kasus pembajakan 20 mahasiswa UKIP Sorong, Papua Barat. Menurut Don Bosco  Maret 2012 UKIP telah meluluskan 20 mahasiswa program Pascasanjana setelah melalui proses ujian lokal yang tertuang dalam SK Rektor UKIP SK.007/REK-UKIP/03/2012  tanggal 8 Maret 2012.

Namun, tambahnya, tiba-tiba 20 mahasiswa tersebut dibajak oleh STT Kingdom Bali dan dibawa ke Pulau Dewata.

"Hanya dalam waktu tiga hari, Kingdom meluluskan 20 mahasiswa tersebut dan diakui sebagai lulusan STT Kingdom Bali," kata Don Bosco.

Yang menarik, tambah Don Bosco, tesis dari 20 mahasiswa tersebut hanya diganti logonya. Sedangkan seluruh isinya sama persis.

"Ini logonya memang STT Bali, tapi di halaman-halaman berikutnya masih tertulis UKIP Sorong. Ini pembajakan," kata Don Bosco sambil memperlihatkan salah satu tesis yang dibajak STT Kingdom Bali.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tindakan 'pembajakan' oleh STT Kingdom Bali diduga mendapatkan dukungan dari oknum Kementerian Agama c.q Dirjen Bimas Kristen yang akan digugat.(ant)

BERITA LAINNYA
Polda Aceh Pecat 15 Anggota karena Narkoba
Rabu, 20 Mei 2015 | 04:30:49
Mahasiswi Pintar Kok Bunuh Diri?
Rabu, 20 Mei 2015 | 04:24:39
Golkar Agung Laksono Kandas di PTUN
Selasa, 19 Mei 2015 | 05:06:17
Kelompok Din Minimi jadi Buronan Polisi
Rabu, 6 Mei 2015 | 04:35:46
BERIKAN KOMENTAR
Top