Wali Kota Makassar Diperiksa Terkait Kasus Daging Impor

Senin, 6 Mei 2013 | 14:16:14
JAKARTA (EKSPOSNews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini menjadwalkan pemeriksaan Walikota Makassar, Ilham Arif Sirajuddin. Dia bakal dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Selain memeriksa Walikota Makassar, dalam kasus sama KPK hari ini juga menjadwalkan pemeriksaan lima orang swasta, yakni; Malarangan Daeng Tutu, Andi Masrizal, Amru Zaher, Elda Devianne Adiningrat, serta Direktur PT Christy Sejahtera, Juniusco Cuaca Pek. Mereka juga memanggil seorang karyawan swasta, Abdullah Sani, serta tersangka AF.

"Semua saksi diperiksa untuk tersangka AF (Ahmad Fathanah) dan LHI (Luthfi Hasan Ishaaq)," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, lewat pesan singkat, Senin (6/5).

Elda sudah tiba di Gedung KPK sejak pukul 09.30 WIB. Tetapi dia lagi-lagi cuma mengumbar senyum. Sementara saksi lain menyusul.

Sejak 6 Maret, KPK resmi menjerat salah satu tersangka kasus dugaan suap pengurusan kuota impor daging sapi pada Kementerian Pertanian, Ahmad Fathanah alias Olong Ahmad Fadeli Luran, dengan dugaan TPPU. Menurut KPK, AF diduga menyamarkan dengan cara mengubah bentuk harta kekayaan hasil korupsi.

KPK sudah menyita beberapa harta milik AF diduga hasil pencucian uang. Aset itu adalah empat mobil mewah, yakni Toyota FJ Cruiser hitam bernomor polisi B 1330 SZZ, Toyota Alphard putih bernomor polisi B 53 FTI, Toyota Land Cruiser Prado TX hitam bernomor polisi B 1739 WFN, dan Mercedes-Benz C 200 hitam bernomor polisi B 8749 BS.

Tiga mobil mewah AF, selain Mercy, dibeli dari ruang pamer mobil impor, William Mobil, terletak di bilangan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan. Nilai empat kendaraan mewah milik AF itu nilainya ditaksir mencapai Rp 4,3 miliar.

KPK menjerat Ahmad Fathanah dengan Pasal 3, dan atau Pasal 4, dan atau Pasal 5 Undang-Undang No. 15 Tahun 2002 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Kemudian, sejak 26 Maret, KPK juga menjerat mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) dengan pasal pencucian uang. Pasal disangkakan kepada LHI sama dengan AF. (merdeka)


BERITA LAINNYA
Tipu Menpora di Situs Jual Beli, Gemblo Ditangkap Polisi
Selasa, 2 September 2014 | 16:51:26
Polri Akan Panggil Korban Pencabulan Gubernur Riau
Selasa, 2 September 2014 | 16:44:04
Pembakar Lahan Harus Dihukum
Selasa, 2 September 2014 | 05:07:01
Di Tempat Karaoke Syahrini Polisi Temukan 860 Botol Miras
Selasa, 2 September 2014 | 04:20:11
Hartati Murdaya Bebas Bersyarat
Senin, 1 September 2014 | 17:33:48
Gubernur Riau Bantah Lakukan Perbuatan Asusila
Senin, 1 September 2014 | 17:30:00
DPR Uji 5 Calon Hakim Agung
Senin, 1 September 2014 | 17:27:38
Ratu Atut Divonis 4 Tahun Penjara
Senin, 1 September 2014 | 17:19:19
Kapolri Pernah Puji Polisi Pembawa Narkoba ke Kuching
Senin, 1 September 2014 | 08:40:06
BERIKAN KOMENTAR
Top