Sangkur Anggota TNI Sabet Nyawa Siswa SMKNI

Senin, 18 Februari 2013 | 02:04:07
SALATIGA (EKSPOSnews): Dipicu oleh senggolan ketika berjoget saat pertunjukan reog, seorang siswa SMK di Salatiga, Jawa Tengah tewas ditangan Sersan Dua (Serda) AR, anggota Brigif 411/Kostrad akibat dadanya ditusuk dengan sebilah sangkur. Sementara, temannya mengalami kritis dan menjalani perawatan di RSUD Salatiga.

Korban yang tewas itu diketahui bernama Syaiful Anwar (18), siswa kelas XII SMK Negeri 1 Pabelan, Salatiga dan temannya yang dalam kondisi kritis, Sulardi (21) warga Tengaran Kulon RT 07/RW 1 Salatiga. Syaiful meninggal mengembuskan napas terakhir saat dalam perjalanan menuju rumah sakit, diduga karena kehabisan darah.

Dari hasil informasi yang dihimpun merdeka.com, kejadian bermula pada Sabtu (16/2) dini hari ketika AR, anggota TNI tidak terima lantaran disenggol oleh Sulardi saat tengah berjoget. Keduanya sempat saling adu jotos, Serda AR terpojok karena Sulardi bersama beberapa rekanya mengeroyok Serda AR.

Dalam keadaan emosi dan terdesak, Serda AR mengeluarkan sebilah sangkur yang diambil dari balik bajunya. Secara membabi buta, Serda AR kemudian menyabetkan sangkur ke kanan dan kiri secara membabi buta. Sulardi tak luput dari sangkur maut anggota TNI-AD tersebut.

Korban tertusuk sangkur di bagian perut. Sulardi langsung di larikan ke RSUD Salatiga, korban langsung mendapatkan perawatan diruang ICU.

Sementara itu, korban Syaiful Anwar yang kebetulan ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pun tak luput dari sangkur sang oknum TNI. Pemuda 18 tahun ini tertusuk sangkur di bagian dada dan mengeluarkan banyak darah.

Meski usai kejadian korban sempat dilarikan ke rumah sakit akhirnya korban meninggal di tengah perjalanan akibat kehabisan darah. Sementara, Serda AR diamankan ke Denpom Salatiga, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kapendam IV/Diponegoro Jawa Tengah Kolonel Widodo Raharjo, saat dikonfirmasi mengatakan sudah menerima laporan adanya anggato TNI-AD yang terlibat perkelahian dan mengakibatkan korban meninggal.

Namun, sambung Kapendam, anggota TNI yang terlibat perkelahian tersebut bukanlah anggota Kodam IV/Diponegoro, melainkan anggota Brigif 411/Kostrad, sehingga penangannya langsung diserahkan ke kesatuannya.

"Untuk sementara ini, memang ada Ditangani Denpom Salatiga, tetapi untuk prosesnya akan diserahkan ke kesatuannya," pungkasnya pendek. (merdeka)


BERITA LAINNYA
Wagub Riau Nyaris Ditipu Pria Mengaku Wartawan
Jumat, 19 September 2014 | 14:56:55
KPK Periksa Pejabat Kemenag Terkait Korupsi Dana Haji
Jumat, 19 September 2014 | 14:51:48
Divonis 18 Tahun, Ini Tanggapan Luthfi Hasan
Jumat, 19 September 2014 | 14:30:33
Dua Tahanan Polisi di Medan Berhasil Kabur Saat Macet
Jumat, 19 September 2014 | 05:16:27
KPK Selidiki Gratifikasi Dana Sertifikasi Guru
Kamis, 18 September 2014 | 06:21:01
KSAD: Prajurit TNI AD Terlibat Narkoba Akan Dipecat
Kamis, 18 September 2014 | 03:40:23
Kejaksaan Tinggi Aceh Tahan 2 Koruptor
Rabu, 17 September 2014 | 05:24:55
Kurir Ganja dari Aceh Ditangkap Polresta Medan
Rabu, 17 September 2014 | 05:22:17
Istri Jero Wacik Diperiksa KPK
Selasa, 16 September 2014 | 15:52:43
Tergiur Untung Banyak, Petani Kopi Ketagihan Tanam Ganja
Selasa, 16 September 2014 | 06:21:01
Kejati Sumut Panggil 5 Saksi Korupsi Koperasi Pertamina
Senin, 15 September 2014 | 13:16:19
BERIKAN KOMENTAR
Top