Kamis, 24 April 2014
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Kunjungi eksposnews.com dari HP Anda!
  • Sespri Plt Gubsu Dijemput Paksa Penyidik Tipikor Poldasu
    Kamis, 24 Januari 2013 | 06:11:14
    MEDAN (EKSPOSNews): Setelah dipanggil dua kali tidak juga datang, akhirnya penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut menjemput Ridwan Panjaitan, Sespri Plt Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.

    Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut Kombes Sadono Budi Nugroho menyebut Ridwan Panjaitan dijemput anggotanya di depan Kantor Gubernur Sumut.

    Dijelaskan Sadono, pemanggilan kedua terhadap Ridwan Panjaitan telah jatuh tempo hari Selasa, (22/1/2013) pukul 24.00 WIB.

    "Sampai Selasa (22/1/2013) pukul 24.00 WIB tidak juga muncul. Ya, tadi langsung kita bawa. Kan memang aturannya seperti itu. Karena perlu diingat bahwa hari ini adalah hari Rabu (23/1/2013), jadi pemanggilan kedua sudah tidak berlaku," katanya.

    Apakah ada perlawanan saat dijemput? "Nggak ada lah," jawab Sadono.

    Ditegaskan dalam status apa Ridwan Panjaitan dipanggil dan dijemput penyidik, Sadono dengan tegas menjawab statusnya masih sebagai saksi.

    "Statusnya ini masih sebagai saksi. Tapi, karena dipanggil dua kali tidak hadir, ya kita jemput. Mungkin nggak punya transportasi dia," tandas Sadono sembari tertawa kecil, Rabu (23/1/2013) malam di depan Gedung Ditreskrimsus Polda Sumut.

    Diklarifikasi lagi, pada beberapa media massa telah memberitakan Ridwan Panjaitan dengan penyebutan sebagai tersangka, Sadono membantah.

    "Kita tidak boleh memvonis. Dipanggil dulu sebagai saksi, kan gitu. Lagian menaikkan status seseorang sebagai tersangka itu mudah saja. Yang terpenting buktinya sudah cukup," tegasnya lagi.

    Menurut Sadono, selain Ridwan Panjaitan, pihaknya juga memeriksa seorang auditor. Namun, ia tidak menjelaskan pasti auditor dari badan/lembaga mana yang sedang diperiksa tersebut. "Ada, ada auditor yang sedang kita periksa di dalam," jawabnya.

    Kata Sadono, pihaknya perlu mengumpulkan bukti-bukti lagi yang lebih mendalam.

    "Untuk menentukan orang bersalah atau tidak, kita harus punya bukti-bukti yang cukup, gitu," tandasnya.

    Apa bisa status seseorang berubah langsung saat pemeriksaan? "Ya itu tergantung hasil pemeriksaan. Bisa saja statusnya berubah setelah ada hasil pemeriksaan, itu bisa," jawabnya.

    Sadono juga belum bisa menjelaskan berapa uang hasil korupsi yang diduga diterima Ridwan. "Kita belum bisa sebutkan tentang itu, karena sekarang sedang dilakukan pemeriksaan," ujarnya.

    Apakah kemungkinan akan ditahan? "Untuk ditahan atau tidak, tunggu nanti, karena pemeriksaannya belum selesai," katanya.

    "Jadi jangan berpikiran langsung tahan. Kita harus betul-betul menentukan kesalahannya dulu," tambahnya.

    Berapa pertanyaan akan diajukan penyidik ke Ridwan, Sadono mengaku belum bisa menjawabnya.

    "Orang masih diperiksa, ya belum selesai. Kalau sudah selesai, baru bisa disebutkan berapa pertanyaan. Yang jelas pertanyaannya banyak. Tapi tetap bisa berkembang lagi," katanya.

    Hingga, Rabu (23/1/2013) pukul 23.39 WIB Ridwan Panjaitan juga belum selesai diperiksa penyidik Tindak Pidana Korupsi Ditreskrimsus Polda Sumut. (tribunnews)

    Akses berita terbaru versi mobile di: m.eksposnews.com
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!