Sespri Plt Gubsu Dijemput Paksa Penyidik Tipikor Poldasu

Kamis, 24 Januari 2013 | 06:11:14
MEDAN (EKSPOSNews): Setelah dipanggil dua kali tidak juga datang, akhirnya penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut menjemput Ridwan Panjaitan, Sespri Plt Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut Kombes Sadono Budi Nugroho menyebut Ridwan Panjaitan dijemput anggotanya di depan Kantor Gubernur Sumut.

Dijelaskan Sadono, pemanggilan kedua terhadap Ridwan Panjaitan telah jatuh tempo hari Selasa, (22/1/2013) pukul 24.00 WIB.

"Sampai Selasa (22/1/2013) pukul 24.00 WIB tidak juga muncul. Ya, tadi langsung kita bawa. Kan memang aturannya seperti itu. Karena perlu diingat bahwa hari ini adalah hari Rabu (23/1/2013), jadi pemanggilan kedua sudah tidak berlaku," katanya.

Apakah ada perlawanan saat dijemput? "Nggak ada lah," jawab Sadono.

Ditegaskan dalam status apa Ridwan Panjaitan dipanggil dan dijemput penyidik, Sadono dengan tegas menjawab statusnya masih sebagai saksi.

"Statusnya ini masih sebagai saksi. Tapi, karena dipanggil dua kali tidak hadir, ya kita jemput. Mungkin nggak punya transportasi dia," tandas Sadono sembari tertawa kecil, Rabu (23/1/2013) malam di depan Gedung Ditreskrimsus Polda Sumut.

Diklarifikasi lagi, pada beberapa media massa telah memberitakan Ridwan Panjaitan dengan penyebutan sebagai tersangka, Sadono membantah.

"Kita tidak boleh memvonis. Dipanggil dulu sebagai saksi, kan gitu. Lagian menaikkan status seseorang sebagai tersangka itu mudah saja. Yang terpenting buktinya sudah cukup," tegasnya lagi.

Menurut Sadono, selain Ridwan Panjaitan, pihaknya juga memeriksa seorang auditor. Namun, ia tidak menjelaskan pasti auditor dari badan/lembaga mana yang sedang diperiksa tersebut. "Ada, ada auditor yang sedang kita periksa di dalam," jawabnya.

Kata Sadono, pihaknya perlu mengumpulkan bukti-bukti lagi yang lebih mendalam.

"Untuk menentukan orang bersalah atau tidak, kita harus punya bukti-bukti yang cukup, gitu," tandasnya.

Apa bisa status seseorang berubah langsung saat pemeriksaan? "Ya itu tergantung hasil pemeriksaan. Bisa saja statusnya berubah setelah ada hasil pemeriksaan, itu bisa," jawabnya.

Sadono juga belum bisa menjelaskan berapa uang hasil korupsi yang diduga diterima Ridwan. "Kita belum bisa sebutkan tentang itu, karena sekarang sedang dilakukan pemeriksaan," ujarnya.

Apakah kemungkinan akan ditahan? "Untuk ditahan atau tidak, tunggu nanti, karena pemeriksaannya belum selesai," katanya.

"Jadi jangan berpikiran langsung tahan. Kita harus betul-betul menentukan kesalahannya dulu," tambahnya.

Berapa pertanyaan akan diajukan penyidik ke Ridwan, Sadono mengaku belum bisa menjawabnya.

"Orang masih diperiksa, ya belum selesai. Kalau sudah selesai, baru bisa disebutkan berapa pertanyaan. Yang jelas pertanyaannya banyak. Tapi tetap bisa berkembang lagi," katanya.

Hingga, Rabu (23/1/2013) pukul 23.39 WIB Ridwan Panjaitan juga belum selesai diperiksa penyidik Tindak Pidana Korupsi Ditreskrimsus Polda Sumut. (tribunnews)

BERITA LAINNYA
Cabuli Anak Kandung, Ayah Gantung Diri di Penjara
Minggu, 14 Desember 2014 | 17:13:38
Kasus Pidana Libatkan Anak di Aceh Meningkat
Sabtu, 6 Desember 2014 | 19:36:41
Sri Sultan Hamengkubuwono Ditahan Polisi
Kamis, 4 Desember 2014 | 03:20:48
KPK Tangkap Tangan Politikus Gerindra Terima Korupsi
Selasa, 2 Desember 2014 | 11:48:38
Pelaku Keributan Munas Golkar Diperiksa Polda Bali
Senin, 1 Desember 2014 | 06:24:22
Warga Deli Serdang Tewas Diduga Disiksa Polisi
Senin, 1 Desember 2014 | 06:19:42
Pollycarpus Bebas, Ini Tanggapan Menkumham
Minggu, 30 November 2014 | 05:26:40
Korban Curanmor Cek Sepmor di Polresta Banda Aceh
Sabtu, 29 November 2014 | 16:15:17
Dipukuli Polisi, 37 Mahasiswa di Riau Ngadu ke Propam
Sabtu, 29 November 2014 | 06:14:16
Pollycarpus Bebas Bersyarat
Sabtu, 29 November 2014 | 05:52:37
Oknum TNI AU dan Seorang Wanita Digerebek di Kamar Kos
Jumat, 28 November 2014 | 06:22:26
BERIKAN KOMENTAR
Top