Jum'at, 18 April 2014
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Kunjungi eksposnews.com dari HP Anda!
  • Laporkan Pemerkosaan, Wanita Ini Malah Diajak Tidur oleh Polisi
    Jumat, 7 Desember 2012 | 13:19:18
    KUALA LUMPUR (EKSPOSnews): Wanita berusia 32 tahun di Malaysia ini nyaris diperkosa oleh teman masa kecilnya di bawah todongan pisau. Ketika melaporkan kasus ini ke polisi, dirinya justru mendapat perlakuan tak senonoh dari sang polisi, mulai dari dikirimi pesan cabul hingga diajak tidur. Sungguh keterlaluan!

    Seperti dilansir The Star, Jumat (7/12/2012), wakil kepala kepolisian setempat (Deputy Supt of Police/DSP) yang menangani kasus ini, justru mengajak si wanita yang tidak disebutkan namanya ini untuk berhubungan seks. Tidak hanya itu, sang polisi juga kerap mengirim SMS cabul kepadanya.

    Yang lebih parah lagi, ketika si wanita tidak merespons SMS tersebut, sang polisi mengancam akan menjeratkan pidana terhadapnya. Polisi tersebut mengancam akan menindak si wanita dengan tuduhan laporan palsu soal teman masa kecilnya tersebut.

    Menurut wanita yang berprofesi sebagai salesgirl ini, perlakuan tak senonoh sang polisi dimulai beberapa hari setelah dirinya melapor soal percobaan pemerkosaan yang dialaminya di kediamannya pada 2 September lalu.

    "Sekitar 3 hari kemudian, seorang DSP mengajak saya keluar makan malam. Beberapa jam kemudian, dia mulai mengirimi SMS, dia mengaku dirinya kesepian dan dia bilang menyukai saya," tutur si wanita.

    "Kemudian sampai ke tahap di mana dia mulai mengirimi SMS vulgar kepada saya, dia mengatakan ingin tidur dengan saya," imbuhnya.

    Merasa terganggu, si wanita kemudian melaporkan sang polisi ke kantor polisi lain di Ipoh pada 26 November lalu. Wanita ini memutuskan untuk membeberkan kasus ini ke publik, ketika menyadari bahwa SMS-SMS sang polisi yang ada di dalam telepon genggamnya telah dihapus ketika dia menerima kembali telepon genggamnya usai diperiksa polisi.

    "Saya takut jika bukti-bukti yang tersisa dalam telepon genggam saya juga akan hilang jika saya harus menyerahkannya lagi ke polisi untuk diselidiki," tandasnya saat memberi pernyataan di kantor anggota legislatif wilayah Lobak, Anthony Loke. (detik)

    Akses berita terbaru versi mobile di: m.eksposnews.com
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!