Polisi Amankan Premium Ilegal di Pasaman Barat

Senin, 27 Agustus 2012 | 07:03:59
SIMPANGAMPEK (EKSPOSnews): Tim Khusus Kepolisian Resor Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat mengamankan sekitar 1,8 ton bahan bakar minyak (BBM) ilegal jenis premium di jalan umum Kuamang Nagari Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang.

"BBM ilegal itu kita amankan Sabtu (25/5) sekitar pukul 21.30 WIB. Rencananya akan dijual ke Madina, Sumatera Utara," kata Kapolres Pasaman Barat AKBP Prabowo Santoso di Simpangampek, Minggu malam 26 Augustus 2012.

Dia mengatakan, BBM itu disimpan dalam puluhan jerigen. Pihaknya juga mengamankan satu unit mobil pick up Suzuki Colt T dengan nomor polisi BA 8109 VM berwarna putih.

Dia menjelaskan, mobil itu dikemudikan Hasanuddin (35) alias Kacang, warga Jorong Mulyo Rejo, Kecamatan Ranah Batahan, Pasaman Barat. Polisi mengamankan setelah pelaku mengisi BBM di SPBU Ujung Gading.

"Kita curiga melihat mobil itu dan setelah mengisi BBM kita langsung amankan," tegas Kapolres.

Terungkapnya kasus penjulan BBM bersubsidi itu berawal dari informasi masyarakat. Setelah dilakukan pengintaian oleh tim Opnal Sat Intel dan Sat Reskrim Polres Pasaman Barat, apa yang diinformasikan masyarakat ternyata benar.

"Setelah dilakukan pengintaian beberapa jam kemudian lewatlah mobil yang membawa BBM ilegal itu. Setelah dilakukan pengecekan dokumen dengan pemilik Gulton (45) warga Desa Baru Pasaman Barat ternyata tidak memiliki surat-surat yang lengkap," ujarnya.

Saat dilakukan pengecekan di bak belakang mobil ditemukan sekitar 90 jerigen yang masing-masing berisi 20 liter. Secara keseluruhan berjumlah 1.800 liter atau 1,8 ton bensin yang ditutup menggunakan tarpal warna biru.

"Ketika kita menghenttikan mobil, supir itu tidak melakukan perlawanan karena sudah tertangkap tangan dan langsung digiring ke Polres Pasaman Barat beserta barang bukti untuk pemeriksaan lebih jauh," ujarnya.

Kepada petugas, Hasanuddin mengaku BBM itu bukan miliknya melainkan milik Gultom. Dia akan menjual kepada pemilik dompeng tambang emas dan sebagian akan dijual ke Sumatera Utara dengan harga per liternya Rp7 ribu bahkan lebih.

"Terhadap perbuatannya, pelaku diancam Undang-Undang Migas nomor 22 tahun 2001 dengan ancaman minimal 5 tahun," ujar Prabowo.(antara)

BERITA LAINNYA
Dipukuli Polisi, 37 Mahasiswa di Riau Ngadu ke Propam
Sabtu, 29 November 2014 | 06:14:16
Pollycarpus Bebas Bersyarat
Sabtu, 29 November 2014 | 05:52:37
Oknum TNI AU dan Seorang Wanita Digerebek di Kamar Kos
Jumat, 28 November 2014 | 06:22:26
KPK Temukan Uang Puluhan Juta di Dalam Sel
Jumat, 28 November 2014 | 03:57:04
Polresta Medan Ringkus Calo SIM
Kamis, 27 November 2014 | 04:39:04
Konsumsi Narkoba, Adik Durhaka Dibunuh Kakak Kandung
Senin, 24 November 2014 | 06:26:09
Ditipu Teman Kencan, Mio Janda Raib
Senin, 24 November 2014 | 05:54:29
Baru Sampai di Medan, Turis Asal Belanda Dijambret
Senin, 24 November 2014 | 04:32:34
BERIKAN KOMENTAR
Top