Siapa Mau Laptop Ilegal?

Kamis, 7 Juni 2012 | 21:22:04
KARIMUN (EKSPOSnews): Kantor Wilayah Khusus Direktorat Jenderal Bea Cukai Kepulauan Riau memutuskan sebanyak 850 lebih laptop atau komputer jinjing impor ilegal senilai Rp3,6 miliar sebagai Barang Dikuasai Negara.

Laptop impor ilegal berbagai merek itu disita dari KM Putra Kembar yang ditangkap petugas patroli di perairan Jembatan Barelang II Batam pada Jumat (4/5).

"Surat keputusan penetapan Barang Dikuasai Negara (BDN) untuk laptop muatan KM Putra Kembar sudah ditandatangani pimpinan," kata Kepala Bidang Penyidikan dan Barang Bukti Kanwil Khusus Ditjen Bea Cukai (BC) Kepulauan Riau Budi Santoso di Tanjung Balai Karimun, Kamis 7 Juni 2012.

Penetasan status BDN untuk laptop muatan kapal tersebut, menurut Budi, sudah sesuai dengan UU No 17/2006 tentang Perubahan Atas UU No 10/1995 tentang Kepabeanan.

"Setiap barang impor yang tidak ada pemberitahuan kepabeanan dan termasuk barang larangan dan pembatasan dapat dijadikan sebagai barang dikuasai negara. Jika pemiliknya belum terungkap selama 60 hari setelah penetapan BDN, maka statusnya dapat ditingkatkan menjadi Barang Sitaan Negara (BSN)," ucapnya.

Budi Santoso mengatakan penetapan status BDN terhadap laptop tersebut sehubungan dengan belum terungkapnya perusahaan yang menjadi importir laptop tersebut.

"Kita sudah tiga kali memanggil beberapa saksi dari Batam dan Jakarta. Saksi yang dipanggil ada dari pihak perusahaan dan toko yang diduga terlibat dalam transaksi laptop impor itu. Namun sampai saat ini mereka belum datang," ucapnya tanpa menyebutkan nama perusahaan dan toko yang ia maksud.

Dia menjelaskan, kasus laptop ilegal muatan KM Putra Kembar berbeda dengan tindak pidana penyelundupan impor yang langsung diangkut dari luar negeri.

"Jika diimpor langsung dari luar negeri sudah jelas penyelundupan impor. Namun dalam kasus ini berbeda karena diangkut dari Batam yang mendapat fasilitas kepabeanan khusus.

Menurut dia, setiap barang impor yang masuk Batam bebas bea karena fasilitas tersebut, namun pemasukan barang impor itu harus tetap diberitahukan kepada petugas pabean, begitu juga jika dibawa keluar Batam.

"Artinya barang tersebut eks impor yang didatangkan lewat Batam. Jadi, kami harus selidiki dulu importir atau perusahaan yang terlibat dalam transaksi laptop itu," ucapnya.

Penyidik, kata dia, belum dapat meningkatkan kasus tersebut ke tahap penyidikan sebelum importirnya terungkap.

"Nakhoda juga belum ditetapkan sebagai tersangka, masih saksi. Saat ini kami terus berupaya untuk menyelidiki siapa pemilik atau importirnya," lanjutnya.

Ia menambahkan, jika laptop tersebut ditingkatkan dari BDN menjadi BSN, maka sepenuhnya menjadi aset negara.

"Menteri yang memutuskan apakah dilelang atau dipergunakan untuk inventaris negara jika sudah menjadi aset negara," pungkas Budi Santoso.(antara)


BERITA LAINNYA
Semua Petinggi KPK Dihabisi
Senin, 26 Januari 2015 | 13:35:14
Usut Tuntas Kasus Penembakan Pemred Tabloid Lampung
Senin, 26 Januari 2015 | 10:53:41
Lurah Cantik Terjerat Kasus Narkoba
Senin, 26 Januari 2015 | 05:30:03
Mantan Wakapolri Sebut Kasus BW Rekayasa
Sabtu, 24 Januari 2015 | 23:10:59
Dukungan Kepada KPK Tembus 200.000 Kicauan
Sabtu, 24 Januari 2015 | 01:13:38
KPK Sita Uang Koruptor Fuad Amin Lebih Rp100 miliar
Kamis, 22 Januari 2015 | 00:07:03
Usut Rekening Gendut Calon Dirjen Pajak
Selasa, 20 Januari 2015 | 23:29:47
RS Adam Malik Medan Diobrak-Abrik Penyidik
Selasa, 20 Januari 2015 | 10:59:28
Menggugat Negara Atas Kematian Faisal dan Budri M Zen
Kamis, 15 Januari 2015 | 23:18:49
Kapolri Siap Usut Peredaran Foto Mesra Abraham Samad
Rabu, 14 Januari 2015 | 10:44:22
BERIKAN KOMENTAR
Top