Polres Simalungun Jaring 7 Preman

Kamis, 8 Maret 2012 | 20:59:15
Evendi
Ketujuh preman yang diamankan Polres Simalungun
Berita Terkait:
SIMALUNGUN (EKSPOSnews) : Polres Simalungun melakukan razia preman dan sebanyak 7 orang diamankan, Rabu 7 Maret 2012. Para preman ini dijaring lantaran kerap memalak warga dan  bus yang melintas di wilayah hukum Polres Simalungun.

Razia pemberantasan preman berlangsung sejak pukul 14.00 - 16.00 WIB, dipimpin Plh Kasat Reskrim Polres Simalungun, Iptu B Manurung.

Dari Perdagangan petugas menangkap  Pasundar siregar (50), Lisbon sitinjak (47), Junior Simanjuntak (26), dan Marlin Sinaga (44). Mereka ditangkap karena ketahuan mengutip uang parkir tanpa dilengkapi atribut maupun kelengkapan lainnya.

Di Simpang Mayang, Perdagangan II, polisi juga menangkap Deko Prawija Kusuma (25) yang kedapatan mengutip uang dari  supir truk yang melintas. Saat ditangkap, diketahui Deko Prawija yang menggunakan  modus mengatur kelancaran jalan tidak dilengkapi atribut atau kelengkapan lain.

Sedangkan dari Simpang Bah Jambi, Nagori Bangun, polisi menangkap Wahyu Klana (18) yang mengaku  anggota Serikat Pekerja Seluruh Indonesi (SPSI), dan  mengutip uang dari sejumlah supir truk. Namun, saat diperiksa, Wahyu Kelana tidak bisa menunjukkan kartu anggotanya.

Ketujuh pemalak akhirnya digelandang ke Asrama Polisi (Aspol) Jalan Asahan untuk diperiksa.

Kapolres Simalungun, AKBP M Agus Fajar, melalui Kasubbag Humas, AKP H Panggabean, SH didampingi Plh Kasat Reskrim Iptu B Manurung, Kamis 8 Maret 2012 mengatakan,  operasi ini dilancarkan untuk memberantas keberadaan preman yang sering mengganggu keamanan, kenyamanan, dan ketenteraman warga. Ini sekaligus untuk meminimalisir tindak kejahatan di wilayah hukumnya.

Operasi preman ini dilancarkan atas perintah Kapolres Simalungun yang kepada seluruh jajarannya, mulai dari Pos Polisi, Polsek hingga aparat yang bertugas di Polres Simalungun. Kegiatan ini akan terus berlanjut hingga tindak premanisme berkurang. Selain melancarkan operasi preman, Polres Simalungun juga membuat nomor pengaduan terkait tindakan preman diwilayah masing- masing.

Dalam operasi kali ini pihaknya menangkap 7 orang preman yang sering meminta uang dengan cara mengaku sebagai petugas parkir maupun anggota SPSI. Padahal, saat diperiksa mereka tidak memiliki kartu identitas maupun kelengkapan lainnya.

Ketujuh pelaku kata dia masih akan terus diperiksa. Bila unsur tindak pidana terpenuhi, akan ditindaklunjuti pada proses hukum. Sedangkan yang terbukti akan dilakukan pembinaan dan diminta membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya. (en)

BERITA LAINNYA
Cabuli Anak Kandung, Ayah Gantung Diri di Penjara
Minggu, 14 Desember 2014 | 17:13:38
Kasus Pidana Libatkan Anak di Aceh Meningkat
Sabtu, 6 Desember 2014 | 19:36:41
Sri Sultan Hamengkubuwono Ditahan Polisi
Kamis, 4 Desember 2014 | 03:20:48
KPK Tangkap Tangan Politikus Gerindra Terima Korupsi
Selasa, 2 Desember 2014 | 11:48:38
Pelaku Keributan Munas Golkar Diperiksa Polda Bali
Senin, 1 Desember 2014 | 06:24:22
Warga Deli Serdang Tewas Diduga Disiksa Polisi
Senin, 1 Desember 2014 | 06:19:42
Pollycarpus Bebas, Ini Tanggapan Menkumham
Minggu, 30 November 2014 | 05:26:40
Korban Curanmor Cek Sepmor di Polresta Banda Aceh
Sabtu, 29 November 2014 | 16:15:17
Dipukuli Polisi, 37 Mahasiswa di Riau Ngadu ke Propam
Sabtu, 29 November 2014 | 06:14:16
Pollycarpus Bebas Bersyarat
Sabtu, 29 November 2014 | 05:52:37
Oknum TNI AU dan Seorang Wanita Digerebek di Kamar Kos
Jumat, 28 November 2014 | 06:22:26
BERIKAN KOMENTAR
Top