Anggota DPRD Sumut Selingkuh Dengan Direktur Eksekutif Demokrat Sumut

Sabtu, 18 Februari 2012 | 06:01:49
MEDAN(EKSPOSnews): Perilaku politikus muda Partai Demokrat menjadi sorotan. Jumat 17 Februari 2012,  dugaan perselingkuhan Direktur Eksekutif Partai Demokrat Sumatera Utara (Sumut) Borkat Hasibuan, 35, dan anggota DPRD Sumut Megalia Agustina,25, dibeberkan istri Borkat, Cut Dian Satriani kepada Ketua DPRD Sumut Saleh Bangun dan Badan Kehormatan (BK).

Cut Dian yang sedang hamil sembilan bulan datang didampingi ibundanya Khadijah dan sejumlah aktivis perempuan Sumut. ”Cukup sudah sikap saya diam.Perselingkuhan ini berlangsung sejak Maret 2011. Saya tidak mempermasalahkan percintaan mereka, tapi saya harus diselesaikan dulu. Kami kemari meminta agar ada sanksi kode etik yang diberikan kepada Megalia,”katanya.

Dia pernah mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Medan,sekitar Juli 2011. Setelah tiga kali mengikuti persidangan, gugatannya terpaksa dicabut karena dirinya hamilMenurut undang-undang dan hukum Islam, tidak boleh bercerai kalau sedang hamil. Kuatnya niat untuk menyelesaikan persoalan ini membuat Cut Dian harus rela menunda ke rumah sakit untuk persiapan persalinan.

”Sekarang saya sedang menunggu hari saja dan seharusnya sudah diopname. Saya ingin Ibu Megalia paham kondisi ini.Dia perempuan juga kan,”harapnya. Sementara Khadijah, mengatakan perbuatan selingkuh yang dilakukan menantunya, Borkat Hasibuan dengan Megalia tidak bisa dibenarkan.Sebab, keduanya memiliki pasangan yang sah. “Borkat punya isteri, yaitu anak saya.

Sedangkan Megalia juga punya suami.Ini jelas melanggar aturan formil dan nonformil di negara ini.Makanya, kami minta Megalia ditindak oleh Badan Kehormatan DPRD Sumut dan DPD Partai Demokrat Sumut,” katanya. Mereka memiliki bukti yang cukup kuat atas dugaan perselingkuhan itu, dan pernah mendengar pengakuan Borkat bahwa dia mencintai Megalia. Semestinya Borkat tahu, Megalia itu isteri orang.

“Kami sudah bicara antarkeluarga. Keluarga Borkat pun, besan saya,sudah tak mampu menangani dia.Sudah menyerah,” imbuhnya. Dalam pertemuan di ruang kerja Ketua DPRD Sumut ini sempat terjadi insiden, yakni perdebatan antara Khadijah dengan Sekretaris Fraksi Demokrat DPRD Sumut Yusuf Siregar, yang mendampingi Saleh Bangun. Yusuf Siregar terkesan menyepelekan masalah ini dengan hanya menganggap masalah itu adalah kisah cinta biasa.

Menurut Khadijah, harusnya seorang anggota Dewan harus memiliki moralitas yang baik.”Seharusnya sebagai anggota Dewan bisa menjaga sikap dan perilaku. Harus memiliki moralitas yang baik,” tegas perempuan mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut ini. Sementara Ketua DPRD Sumut Saleh Bangun yang juga Ketua Dewan Pembina DPD Partai Demokrat Sumut mengharapkan, persoalan ini sebisa mungkin diselesaikan secara baik-baik.

Soal sanksi, kewenangan itu ada di jajaran pengurus DPD Partai Demokrat Sumut. Secara kode etik,nantinya akan diserahkan ke BK DPRD Sumut. ”Kalau bisa selesaikan secara baik-baik. Dan masingmasing bisa kembali kepada keluarganya. Soal sanksi bukan wewenang saya. Saya di pembina partai. Nanti ada prosesnya sendiri,baik di DPD Partai Demokrat maupun di BK DPRD Sumut,”pungkasnya Megalia Agustina tidak bisa dikonfirmasi perihal tudingan perselingkuhan yang dialamatkan pada.

Perempuan yang duduk di Komisi E DPRD Sumut ini disebutkan sedang berada di luar kota dalam rangka kunjungan kerja. Nomor telepon yang biasa digunakannya pun tidak aktif, meski berulangkali dihubungi. Sementara Borkat Hasibuan memilih bungkam. Saat dihubungi melalui telepon selularnya kemarin, Borkat yang mengaku sedang berada di Medan memilih tidak berkomentar. “Kalau saya no comment saja soal itu.

Kalau boleh kita bicara yang lain saja,”kata pria yang pernah menjadi Anggota KPU Labuhanbatu ini. Borkat menegaskan, tidak ingin membicarakan tudingan isterinya tersebut. “Buat saja saat dihubungi, tidak menjawab,” tukasnya. Ditempatterpisah, KetuaBK DPRD Sumut Mulkan Ritonga mengaku masih belum menerima laporan tersebut. Menurut dia, BKD akan melihat terlebih dahulu isi laporan tersebut. ”Saya belum ada lihat laporannya, jadi belum bisa komentar apakah bisa kita tindaklanjuti atau tidak,”pungkasnya.(sindo)

BERITA LAINNYA
Kapolri Jamin Tak Ada Aksi Tembak Lagi di Batam
Jumat, 21 November 2014 | 07:18:10
Jero Wacik Diperiksa Sebagai Saksi Sutan Bhatoegana
Kamis, 20 November 2014 | 17:01:08
Bentrok TNI vs Brimob, Satu Tentara Dibawa ke UGD
Kamis, 20 November 2014 | 08:09:12
Dosen UGM Jadi Tersangka Penipuan Rp1,5 Miliar
Kamis, 20 November 2014 | 08:07:57
Kapolresta Medan: Tindak Tegas Pengunjukrasa Anarkis
Kamis, 20 November 2014 | 04:11:06
Bentrok dengan TNI, Markas Brimob Batam Diberondong
Kamis, 20 November 2014 | 04:01:30
Musakkir dan Dua Mahasiswi Akhirnya Masuk Bui
Rabu, 19 November 2014 | 14:44:25
SPG Ramayana di Medan Dibakar Pacar
Rabu, 19 November 2014 | 06:19:48
Disita Kejaksaan, Ini Harta-harta Gayus Tambunan
Senin, 17 November 2014 | 16:39:32
31 Polisi Diperiksa Soal Kekerasan Wartawan
Senin, 17 November 2014 | 15:50:36
Sutan Bhatoegana Penuhi Panggilan KPK
Senin, 17 November 2014 | 15:04:40
BERIKAN KOMENTAR
Top